Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kembali menekankan pentingnya kerja maksimal dan kepekaan terhadap kondisi rakyat bagi seluruh kader partai. Penegasan ini disampaikan dalam forum internal partai yang menyoroti berbagai aspek, mulai dari tata kelola organisasi hingga strategi pemenangan di masa depan. Megawati secara khusus menyoroti peran kunci para pengurus partai di semua tingkatan, dari ranting hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dalam merangkul anggota dan menjalankan roda organisasi secara efektif.
Pembenahan Tata Kelola Organisasi: Fokus pada Peran KSB
Megawati secara mendalam membedah peran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) dalam struktur partai. Ia menekankan bahwa Ketua Ranting, Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga DPD memiliki tanggung jawab untuk mempersatukan seluruh anggota hingga tingkat akar rumput. Sementara itu, Sekretaris bertanggung jawab penuh atas operasional partai, memastikan segala kegiatan berjalan lancar dan sesuai dengan arahan.
Perhatian khusus diberikan kepada posisi Bendahara. Megawati dengan tegas melarang praktik pencampuran keuangan pribadi dengan keuangan partai. Ia mengingatkan bahwa partai memiliki mekanisme pengelolaan keuangan yang jelas, termasuk keberadaan dana abadi yang harus dikelola secara transparan dan akuntabel. "Kalau Bendahara, uang jangan dikekep sendiri," tegas Megawati, mengindikasikan pentingnya pengelolaan keuangan yang terbuka dan partisipatif. Ia mencontohkan dirinya sendiri sebagai Ketua Umum yang tidak pernah terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan partai, karena hal tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab seorang Bendahara.
Disiplin Organisasi dan Pelayanan Masyarakat
Lebih lanjut, Megawati mewajibkan seluruh pengurus daerah untuk mengadakan rapat rutin minimal satu kali seminggu, setiap hari Selasa, dengan sistem absensi yang ketat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas kerja partai di daerah. Kantor sekretariat partai di daerah juga diinstruksikan untuk selalu siap melayani masyarakat yang ingin bergabung atau membuat Kartu Tanda Anggota (KTA).
"Bikin dong kebiasaan rapat. Yang satu cari masalahnya apa, yang kedua cari solusinya. Jadi ini terus berjalan," perintah Megawati, menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara sistematis dan berkelanjutan. Kebiasaan rapat rutin diharapkan dapat menumbuhkan budaya diskusi dan kolaborasi di antara pengurus partai, sehingga mampu mengidentifikasi permasalahan di masyarakat dan mencari solusi yang tepat.
Membangun Partai Ideologis dan Relevan Bagi Rakyat
Megawati menekankan bahwa seluruh upaya pembenahan dan penguatan organisasi ini bertujuan akhir untuk membangun partai yang kuat secara ideologis dan mampu memenangkan hati rakyat. Ia menginginkan PDI Perjuangan menjadi soko guru atau pilar utama bagi negara dan bangsa, yang senantiasa hadir dan memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat.
"Kemenangan bagi kita bukan sekadar kemenangan elektoral. Kemenangan bagi kita adalah ketika rakyat merasakan kehadiran partai. Ketika rakyat merasakan keadilan. Saya hanya ingin partai ini tetap tegak menjadi sokoguru bagi negara dan bangsa," pungkas Megawati. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa tujuan utama PDI Perjuangan bukan hanya sekadar meraih kemenangan dalam pemilu, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penekanan Megawati terhadap tata kelola partai dan kepekaan terhadap rakyat ini merupakan sinyal kuat bagi seluruh kader PDIP untuk terus berbenah diri dan meningkatkan kinerja. Hal ini juga menjadi tantangan bagi partai untuk membuktikan komitmennya dalam melayani masyarakat dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Ke depan, akan menarik untuk melihat bagaimana instruksi Megawati ini diimplementasikan di lapangan dan dampaknya terhadap elektabilitas partai serta kesejahteraan masyarakat.








