Pembinaan Rohani Intensif: Sinergi Kemenag dan Lapas Sekayu Bentuk Karakter Warga Binaan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, kini menjadi pusat pembinaan rohani intensif bagi warga binaan pemasyarakatan…

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, kini menjadi pusat pembinaan rohani intensif bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Melalui kerja sama yang erat dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Banyuasin, Lapas Sekayu menghadirkan program rutin yang bertujuan membentuk karakter dan memberikan bekal spiritual bagi para WBP dalam menjalani masa hukuman dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.

MoU Kemenag dan Lapas Sekayu: Fondasi Pembinaan Rohani

Kerja sama ini diwujudkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Lapas Kelas IIB Sekayu dan Kemenag Kabupaten Musi Banyuasin. Melalui MoU ini, Kemenag menugaskan 11 penyuluh agama Islam dan 1 penghulu untuk secara berkala memberikan ceramah dan bimbingan rohani kepada WBP. Para penyuluh agama yang terlibat meliputi berbagai tokoh agama terkemuka di wilayah tersebut, seperti Yaumuddin, Mipta Hudin, Salman, Seniawati, Tanny, Partono, Imam Irfa’i Ahmad Rifky, H. Mustaidil, H. Sarmuji Marzuki, dan M. Aditya Febriansyah sebagai penghulu. Jadwal kegiatan diatur secara terstruktur oleh Kemenag Muba, memastikan kesinambungan program pembinaan.

Implementasi Pembinaan: Zikir, Tausiyah, dan Motivasi

Setiap sesi pembinaan rohani diawali dengan zikir bersama, menciptakan suasana khusyuk dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Kemudian, dilanjutkan dengan tausiyah atau ceramah agama yang disampaikan oleh para penyuluh. Dalam salah satu sesi, H. Mustaidil, Lc, M.Sy, penyuluh agama dari KUA Kecamatan Lais sekaligus pengurus PD IPARI Muba, memberikan motivasi kepada WBP agar tetap bersabar dan istiqamah dalam menghadapi cobaan hidup. Ia menekankan bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada hikmah dan kebaikan yang lebih besar menanti.

"Semoga setelah keluar dari tempat ini, kita menjadi manusia yang lebih baik dan membawa perubahan positif. Kadang, penjara bukanlah hukuman, tetapi tempat Allah menjauhkan kita dari dosa yang lebih besar. Tempat Allah ingin menyelamatkan hidup kita," ujar H. Mustaidil, memberikan semangat kepada para WBP.

Dampak Positif Pembinaan Rohani

Kegiatan pembinaan rohani ini tidak hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi wadah penting dalam pembentukan mental dan moral WBP. Lapas secara rutin menghadirkan penceramah untuk memberikan perspektif baru dan semangat rohani yang terus diperbarui. Pembinaan ini diharapkan dapat membantu WBP dalam merefleksikan diri, memperbaiki kesalahan, dan mempersiapkan diri untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.

Kalapas Sekayu, Aris Sakuriyadi, A.Md, IP, S.Sos, MH, menekankan pentingnya pembinaan rohani sebagai fondasi dalam proses perubahan perilaku WBP. "Kami ingin WBP tidak hanya dibina secara fisik dan keterampilan, tetapi juga secara batiniah. Dengan pembinaan rohani yang konsisten, kami berharap mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu," jelasnya.

Komitmen Kemenag Muba dalam Mendukung Pembinaan

Kepala Kemenag Kabupaten Muba, H. Dedi Alamsyah, S.Th.I., M.M, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pembinaan keagamaan di Lapas Sekayu. "Kami siap mengirimkan penyuluh agama secara terjadwal dan teratur untuk memberikan ilmu kepada Warga Binaan di Lapas Sekayu," tegasnya. Dukungan penuh dari Kemenag Muba menjadi kunci keberhasilan program pembinaan rohani ini.

Langkah Selanjutnya: Pembinaan Berkelanjutan

Melalui kolaborasi yang solid antara Lapas Sekayu dan Kemenag Muba, pembinaan keagamaan diharapkan dapat berjalan secara terstruktur, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif yang signifikan dalam membentuk karakter WBP. Program ini merupakan investasi penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik, dengan memberikan kesempatan kepada mantan narapidana untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih bertanggung jawab dan berkontribusi positif. Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi efektivitas program secara berkala dan mengembangkan metode pembinaan yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan WBP.

Artikel Disetujui Oleh
ReporterToramanu

Sorotan

Tito Karnavian Pacu Optimalisasi Kawasan Pusat Pemerintahan Papua Barat Daya
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja...
27 Apr 2026News
Jakarta Bersiap Hadapi El Nino: Pemerintah Gandeng BMKG Antisipasi Karhutla Lebih Awal
Jakarta, 26 April 2026 – Pemerintah, melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut),...
27 Apr 2026News
Serangan Air Keras di Cengkareng: Polisi Buru Dua Pelaku Berciri-ciri Khusus
Jakarta, Cengkareng – Sebuah insiden penyerangan menggunakan cairan yang diduga...
27 Apr 2026News
Menurunnya Muka Air Tanah Jakarta Selatan: Ancaman Nyata dan Upaya Konservasi
Jakarta Selatan menghadapi tantangan serius terkait penurunan muka air tanah...
26 Apr 2026News
Jakarta Dorong Kreativitas Lokal di Tengah Semarak 50 Tahun Jazz Goes to Campus
Perhelatan akbar Jazz Goes to Campus (JGTC) yang ke-50 menjadi...
26 Apr 2026News
Mendorong Kinerja Daerah: Mendagri Luncurkan Insentif Fiskal dan Sistem Penghargaan Berbasis Data
Palembang, Sumatera Selatan – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kinerja dan...
26 Apr 2026News
Ads