Di tengah kebutuhan mendesak akan metode rehabilitasi mutakhir, Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam ketersediaan praktisi Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS), sebuah pendekatan fisioterapi yang berfokus pada kontrol postural dan stabilisasi neuromuskular. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil inisiatif proaktif untuk mengatasi kesenjangan ini dengan mengirimkan salah satu dosen terbaiknya, Rakhmad Rosadi, untuk mengikuti pelatihan intensif DNS in Neurological Patients di Taichung, Taiwan.
Meningkatkan Kompetensi Dosen di Kancah Internasional
Keberangkatan Rakhmad Rosadi ke Taiwan bukan sekadar partisipasi dalam pelatihan. Sebagai satu-satunya peserta dari Indonesia, kehadirannya mencerminkan komitmen UMM untuk menjadi garda depan dalam pengembangan fisioterapi berbasis DNS di tanah air. Langkah ini dipandang strategis mengingat DNS merupakan metode yang semakin populer di dunia, terutama dalam penanganan pasien neurologi dan optimalisasi performa gerak.
Rakhmad Rosadi menekankan pentingnya transfer pengetahuan dan pembentukan jaringan kolaborasi internasional. "Ini bukan hanya tentang mengikuti pelatihan, tetapi bagaimana kita membawa pulang pengetahuan dan jejaring untuk pengembangan fisioterapi UMM," ujarnya, menegaskan visi untuk mentransformasi ilmu yang didapat menjadi kurikulum dan praktik yang relevan.
Memahami DNS: Fondasi Perkembangan Motorik Manusia
DNS merupakan metode terapi yang unik karena didasarkan pada prinsip-prinsip perkembangan motorik manusia sejak usia dini. Fokus utama DNS adalah aktivasi sistem stabilisasi inti (core stability) dan pembentukan pola gerak fungsional yang optimal. Metode ini menuntut pemahaman mendalam tentang biomekanika dan kontrol neuromuskular, sehingga pelatihan DNS dirancang secara bertahap, mulai dari level dasar hingga lanjutan.
Dengan memahami bagaimana bayi belajar bergerak dan menstabilkan tubuhnya, praktisi DNS dapat mengidentifikasi disfungsi pada sistem neuromuskular pasien dan merancang intervensi yang efektif. DNS tidak hanya digunakan untuk rehabilitasi pasien dengan gangguan neurologis, tetapi juga untuk meningkatkan performa atlet dan mencegah cedera.
Peluang dan Tantangan dalam Pengembangan DNS di Indonesia
Ketua Program Studi Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, melihat keterbatasan praktisi DNS di Indonesia sebagai peluang emas untuk membangun keunggulan akademik. "Hingga saat ini, belum banyak fisioterapis di Indonesia yang benar-benar fokus dan tersertifikasi di bidang DNS. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kami untuk menghadirkan diferensiasi keilmuan di UMM," tegasnya.
Penguatan kompetensi dosen melalui pelatihan internasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang UMM. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, inisiatif ini juga bertujuan untuk mempersiapkan pembukaan program magister fisioterapi yang akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan ilmu fisioterapi di Indonesia.
Implikasi dan Langkah Selanjutnya
Investasi UMM dalam pengembangan DNS berpotensi memberikan dampak signifikan bagi dunia fisioterapi Indonesia. Dengan semakin banyaknya praktisi yang terlatih dan tersertifikasi dalam metode ini, diharapkan kualitas layanan rehabilitasi dan penanganan pasien dengan gangguan gerak dapat meningkat secara signifikan.
Langkah selanjutnya bagi UMM adalah mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh Rakhmad Rosadi ke dalam kurikulum dan program pelatihan fisioterapi. Selain itu, UMM juga berencana untuk menjalin kerjasama dengan institusi dan praktisi DNS di luar negeri untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas penelitian di bidang ini. Dengan komitmen yang kuat dan visi yang jelas, UMM berpotensi menjadi pusat unggulan DNS di Indonesia, berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.








