Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mewajibkan partai politik untuk melaporkan kegiatan pendidikan politik yang didanai oleh anggaran negara. Dukungan ini disampaikan Hasto usai menghadiri peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/4/2026). Menurutnya, pelaporan ini krusial untuk mewujudkan transparansi dan memperkuat fungsi kaderisasi partai.
Pendidikan Politik Sebagai Pilar Utama Partai
Hasto menekankan bahwa pendidikan politik merupakan fondasi penting bagi setiap partai politik. Fungsi ini, menurutnya, bukan sekadar urusan administratif, melainkan elemen strategis dalam mempersiapkan pemimpin bangsa masa depan. Oleh karena itu, usulan KPK ini harus segera diimplementasikan secara konkret.
"Pendidikan politik adalah fungsi pokok partai yang harus dijalankan sebagai tanggung jawab partai dalam melakukan rekrutmen dan mempersiapkan calon-calon pemimpin di dalam seluruh aspek kehidupan strategis bangsa dan negara," tegas Hasto. Ia menambahkan bahwa usulan KPK ini sejalan dengan disertasinya yang menyoroti pentingnya pendidikan politik dan kaderisasi dalam melembagakan partai.
Akuntabilitas dan Penggunaan Dana Publik
Lebih lanjut, Hasto menjelaskan bahwa pelaporan kegiatan pendidikan politik akan meningkatkan akuntabilitas partai politik dalam penggunaan dana publik. Dengan transparansi yang lebih baik, masyarakat dapat mengawasi dan memastikan bahwa dana yang dialokasikan untuk pendidikan politik benar-benar digunakan untuk tujuan yang seharusnya, yaitu meningkatkan kualitas kader partai dan memperkuat demokrasi.
Selain itu, pelaporan ini juga diharapkan dapat mendorong partai politik untuk menyelenggarakan pendidikan politik secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan adanya standar pelaporan yang jelas, partai politik akan terpacu untuk merancang program pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Implikasi dan Tantangan Implementasi
Dukungan PDIP terhadap usulan KPK ini merupakan langkah maju dalam upaya mewujudkan tata kelola partai politik yang lebih transparan dan akuntabel. Namun, implementasi usulan ini tentu tidak akan berjalan tanpa tantangan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Penyusunan regulasi yang jelas: Perlu adanya regulasi yang rinci dan komprehensif mengenai format pelaporan, jenis kegiatan yang wajib dilaporkan, dan mekanisme pengawasan.
- Kapasitas partai politik: Tidak semua partai politik memiliki kapasitas yang sama dalam menyelenggarakan pendidikan politik dan menyusun laporan yang akurat. Perlu adanya dukungan dan pelatihan bagi partai politik yang membutuhkan.
- Pengawasan yang efektif: KPK dan lembaga terkait perlu melakukan pengawasan yang ketat terhadap pelaporan kegiatan pendidikan politik. Sanksi yang tegas perlu diterapkan bagi partai politik yang tidak patuh.
Langkah Selanjutnya
Dengan adanya dukungan dari PDIP dan potensi dukungan dari partai politik lainnya, usulan KPK ini memiliki peluang besar untuk diimplementasikan. Langkah selanjutnya adalah melakukan dialog yang intensif antara KPK, partai politik, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyusun regulasi yang disepakati bersama.
Selain itu, perlu adanya sosialisasi yang luas kepada masyarakat mengenai pentingnya transparansi dan akuntabilitas partai politik. Dengan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan tata kelola partai politik di Indonesia dapat semakin baik dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa.
Dukungan PDIP terhadap usulan KPK ini mengirimkan sinyal positif bahwa partai politik di Indonesia semakin menyadari pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Langkah ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mewujudkan tata kelola partai politik yang lebih baik dan memperkuat demokrasi di Indonesia.








