Ngargoyoso, Karanganyar – Masjid Hailah Muhammad Ar Rabah di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan dengan diselenggarakannya pengajian rutin mingguan pada Minggu (5/10/2025). Acara yang dihadiri sekitar 50 jemaah dari warga Muhammadiyah Ngargoyoso dan jamaah masjid setempat, menghadirkan Ustaz Arif Nasyirudin sebagai penceramah. Tema yang diangkat, "Tholabul Ilmi untuk Menggapai Ridho Ilahi," menjadi landasan bagi tausiah yang menekankan pentingnya ibadah, khususnya di kala sehat.
Menangkap Makna Nikmat Sehat
Ustaz Arif dalam ceramahnya menyoroti seringnya manusia mengabaikan nikmat sehat yang diberikan Allah SWT. Ia menekankan bahwa kesehatan adalah karunia besar yang seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk beribadah dan berbuat kebaikan. Pesan ini menjadi pengingat bagi para jemaah untuk tidak menunda-nunda ibadah dan memaksimalkan potensi diri selagi masih diberikan kekuatan.
"Nikmat sehat itu sering kita anggap biasa, padahal itu karunia besar dari Allah. Gunakan tubuh yang masih kuat ini untuk sujud, untuk berbuat baik, untuk ibadah. Jangan sampai nanti ketika sakit, kita menyesal karena dulu saat sehat justru lalai," ujar Ustaz Arif, menggugah kesadaran para hadirin tentang betapa berharganya kesehatan dalam konteks spiritual.
Ibadah Sebagai Kebutuhan, Bukan Beban
Lebih lanjut, Ustaz Arif meluruskan persepsi keliru tentang ibadah yang seringkali dianggap sebagai beban. Ia menjelaskan bahwa ibadah seharusnya dipandang sebagai kebutuhan rohani, sama halnya dengan kebutuhan jasmani akan makanan. Shalat dan dzikir, menurutnya, bukanlah kewajiban yang memberatkan, melainkan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menenangkan hati.
"Jangan pernah kita memandang ibadah itu sebagai beban. Shalat, dzikir, itu bukan kewajiban yang memberatkan, tapi justru kebutuhan kita sebagai hamba. Seperti tubuh butuh makan, hati kita juga butuh ibadah," tegasnya, memberikan perspektif baru tentang esensi ibadah dalam kehidupan seorang Muslim.
Al-Qur’an Sebagai Penuntun Surga
Dalam tausiahnya, Ustaz Arif juga menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang akan memberikan syafaat atau pertolongan di akhirat kelak. Kebiasaan membaca dan merenungi makna Al-Qur’an, meskipun sedikit namun dilakukan secara istiqamah (berkelanjutan), akan menjadi bekal berharga menuju surga.
"Kalau kita ingin dekat dengan surga, dekati lah Al-Qur’an. Biasakan mengaji, walaupun sedikit tapi istikamah. Karena Al-Quran itu nanti akan menjadi penolong kita di akhirat, memberi syafaat bagi orang yang rajin membacanya," paparnya, memotivasi para jemaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Dampak Positif Pengajian Rutin
Pengajian rutin yang diselenggarakan oleh Masjid Hailah Muhammad Ar Rabah ini mendapat sambutan positif dari para jemaah. Herlina, salah seorang jemaah, mengungkapkan bahwa pengajian tersebut memberikan motivasi untuk meningkatkan ibadah sebagai bekal di akhirat. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan seperti pengajian memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat.
Pesan-pesan yang disampaikan Ustaz Arif dalam pengajian tersebut menjadi refleksi penting bagi umat Muslim, khususnya dalam menyikapi nikmat sehat dan memanfaatkan waktu yang ada untuk beribadah. Pengajian rutin di Masjid Hailah Muhammad Ar Rabah ini diharapkan dapat terus memberikan inspirasi dan motivasi bagi para jemaah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan penyebaran nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.








