Selayar, Sulawesi Selatan – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Syahrial (21), seorang pemancing yang dilaporkan tenggelam di kawasan wisata Tamalelong, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (3/3/2026) sore. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 20 meter dari lokasi awal ia terjatuh. Insiden ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan keselamatan saat beraktivitas di area perairan, khususnya di lokasi-lokasi wisata yang berpotensi berbahaya.
Kronologi Kejadian dan Proses Pencarian
Menurut keterangan saksi mata, Syahrial sedang memancing di tebing Tanjung Tamalelong ketika secara tidak sengaja terpeleset dan jatuh ke laut. Kejadian ini segera dilaporkan kepada Basarnas Makassar, yang kemudian menerjunkan tim penyelamat dari Pos SAR Selayar untuk melakukan pencarian. Kondisi perairan yang berarus kuat dan kedalaman laut di sekitar tebing menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dalam melakukan operasi pencarian.
Andi Sultan, Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, menjelaskan bahwa pihaknya merespons cepat laporan tersebut dengan mengirimkan tim rescue. "Kami menerima laporan dari pihak keluarga dan langsung melakukan aksi dengan memberangkatkan Tim Rescue yang ada di Pos SAR Selayar," ujarnya. Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari personel Basarnas, TNI/Polri, BPBD, dan relawan, segera melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Setelah beberapa jam melakukan pencarian intensif, tim SAR akhirnya berhasil menemukan jasad korban tidak jauh dari titik awal ia terjatuh. Evakuasi jenazah dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi medan yang sulit. Jenazah Syahrial kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kondisi Geografis Tamalelong dan Potensi Bahaya
Tamalelong merupakan salah satu destinasi wisata populer di Kabupaten Kepulauan Selayar. Tanjung Tamalelong, dengan tebing-tebing curam yang menghadap langsung ke laut, menawarkan pemandangan yang indah dan menjadi daya tarik bagi wisatawan, terutama para pemancing. Namun, keindahan alam ini juga menyimpan potensi bahaya. Tebing yang licin dan ombak yang kuat dapat menjadi ancaman bagi siapa saja yang kurang berhati-hati.
Selain itu, kurangnya fasilitas pengamanan dan rambu peringatan di sekitar area tebing juga menjadi perhatian. Pengunjung seringkali tidak menyadari risiko yang ada dan kurang berhati-hati saat beraktivitas di lokasi tersebut. Perlu adanya upaya peningkatan kesadaran akan keselamatan dan pemasangan fasilitas pengamanan yang memadai untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Imbauan Keselamatan dan Langkah Pencegahan
Tragedi yang menimpa Syahrial menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di area perairan. Andi Sultan mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar sebelum melakukan aktivitas apapun di dekat perairan. "Pertama kami berbelasungkawa terhadap keluarga korban dan semoga kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar bisa lebih berhati-hati beraktifitas di lokasi yang beresiko," kata Andi Sultan.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
- Selalu menggunakan peralatan keselamatan seperti jaket pelampung saat beraktivitas di air.
- Memperhatikan kondisi cuaca dan ombak sebelum melakukan aktivitas memancing atau berenang.
- Tidak mendekati area tebing yang licin atau berbahaya.
- Memperhatikan rambu-rambu peringatan yang ada di sekitar lokasi wisata.
- Melaporkan kepada petugas keamanan jika melihat kondisi yang berpotensi membahayakan.
Evaluasi Keamanan di Destinasi Wisata
Kejadian ini juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan pengelola tempat wisata untuk melakukan evaluasi terhadap standar keamanan di seluruh destinasi wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar. Peningkatan fasilitas pengamanan, pemasangan rambu-rambu peringatan, dan pelatihan bagi petugas keamanan perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan keselamatan para pengunjung. Selain itu, sosialisasi mengenai keselamatan di area perairan juga perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih sadar akan risiko dan cara menghindarinya. Dengan upaya bersama, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang dan Selayar tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi semua orang.








