Solidaritas Ramadhan di Aceh: UAR dan YEIF Ulurkan Tangan, Masyarakat Harapkan Keberlanjutan

Aceh Tamiang – Program Ramadhan yang diinisiasi oleh Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) bekerja sama dengan Youth Excellence International Foundation (YEIF)…

Aceh Tamiang – Program Ramadhan yang diinisiasi oleh Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) bekerja sama dengan Youth Excellence International Foundation (YEIF) telah usai dilaksanakan. Selama bulan suci, tim relawan bahu membahu memberikan bantuan berupa santapan buka puasa dan sahur kepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang serta tanah longsor. Meski program telah berakhir, harapan akan keberlanjutan inisiatif serupa menggema dari bibir warga yang merasakan manfaatnya secara langsung.

Misi Kemanusiaan di Bulan Penuh Berkah

Sebanyak 16 relawan UAR terjun langsung ke lapangan, menjalankan misi kemanusiaan dengan penuh dedikasi selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Mereka mendirikan dapur umum di dua lokasi strategis, yaitu Maunasah Asy Syura di Desa Tanjung Karang, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Posko Takengon di Kabupaten Aceh Tengah.

Di dapur umum pertama, para relawan bekerja sama dengan ibu-ibu muslimat setempat menyiapkan sekitar 400 porsi makanan setiap hari. Sementara itu, dapur umum kedua di Takengon menghasilkan 500 porsi makanan setiap harinya, menjangkau masyarakat terdampak di berbagai titik, termasuk masjid-masjid di sekitar wilayah tersebut. Keterlibatan aktif warga lokal, dengan mempekerjakan 50 ibu-ibu secara bergantian sebagai juru masak, semakin mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap program ini.

Jangkauan Lebih Luas: Dari Sumatera hingga Aceh

Program Ramadhan UAR-YEIF ini merupakan kelanjutan dari serangkaian misi kemanusiaan yang telah dilakukan sebelumnya. Sejak November 2025 hingga akhir Januari 2026, UAR aktif memberikan bantuan kepada korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Tema program, "Eratkan Ukhuwah, Kuatkan Iman, Raih Keberkahan Ramadhan," menjadi landasan bagi setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, UAR menggelar Sholat Idul Fitri dan Open House Lebaran yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat di Aceh Tamiang dan Kekening, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. Momen kebersamaan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.

Suara dari Masyarakat: Apresiasi dan Harapan

Bantuan yang diberikan oleh UAR dan YEIF mendapatkan apresiasi yang mendalam dari masyarakat Aceh. Ahmad Jalimin, warga Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, menuturkan bahwa program buka puasa dan sahur sangat membantu meringankan beban hidupnya, terutama karena banyak warga yang masih tinggal di pengungsian atau menumpang di rumah kerabat. Ia berharap program serupa dapat dilanjutkan di masa depan, mengingat masih banyak warga terdampak yang membutuhkan uluran tangan.

Senada dengan itu, Reje/Kepala Kampung Medalai, Saifullah, menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada para donatur. Ia mengakui bahwa bantuan ini sangat berarti bagi masyarakatnya yang masih dalam kondisi trauma dan kesulitan ekonomi akibat bencana. Muhammad Nuriman, Kepala Dusun Bukit, Desa Tanjung Karang, juga menyoroti betapa program ini meringankan beban warga di pengungsian, terutama mereka yang belum pulih secara ekonomi.

Dari sisi dapur umum, Ibu Titin selaku Kepala DU-1 dan Ibu Ruhama (Rida), Kepala DU-2 Takengon, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan mereka bisa terlibat langsung dalam kegiatan sosial ini. Mereka berharap program serupa dapat terus ada, termasuk bantuan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Datuk Kampung Tanjung Karang, Ahmad Dahlawi, menilai bahwa kehadiran UAR tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memulihkan semangat masyarakat. Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar makanan, tetapi juga penguatan mental dan kebersamaan.

Implikasi dan Langkah Selanjutnya

Program Ramadhan UAR-YEIF telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Aceh yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan akibat bencana. Bantuan pangan yang disalurkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memperkuat solidaritas, memulihkan psikologis warga, dan menumbuhkan harapan baru.

Meskipun program Ramadhan telah berakhir, kebutuhan akan bantuan dan dukungan terus berlanjut. Pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat luas diharapkan dapat terus memberikan perhatian dan uluran tangan kepada masyarakat Aceh, terutama dalam masa pemulihan pasca-bencana. Keberlanjutan program-program serupa, baik dalam bentuk bantuan pangan, perbaikan infrastruktur, maupun dukungan psikologis, sangat penting untuk memastikan masyarakat Aceh dapat segera bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka. UAR dan YEIF diharapkan dapat terus menjalin kemitraan dan merancang program-program inovatif lainnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.

Artikel Disetujui Oleh
ReporterToramanu

Sorotan

Jakarta Timur Diterjang Banjir: Kebon Pala Lumpuh, Ketinggian Air Hampir Dua Meter
Jakarta – Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu,...
20 Apr 2026News
Tragedi di Jakarta Utara: Bus Transjakarta Tabrak Motor, Penumpang Wanita Meninggal Dunia
Sebuah insiden tragis terjadi di Jalan Jembatan 3 Raya, Jakarta...
20 Apr 2026News
Jaksa Agung: Kades Tak Boleh Jadi Korban Kriminalisasi Dana Desa
Jaksa Agung ST Burhanuddin baru-baru ini mengeluarkan arahan penting kepada...
20 Apr 2026News
Ancol Siapkan Ekspansi Ambisius: Transformasi Wisata dan Perluasan Lahan 65 Hektare
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Ancol) tengah mempersiapkan ekspansi besar-besaran...
20 Apr 2026News
Indonesia Bersiap Akhiri Era Open Dumping: Pemilahan Sampah Jadi Kunci
Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah berupaya keras mengakhiri praktik open...
19 Apr 2026News
Jaringan Obat Keras Ilegal di Jakarta Pusat Dibongkar, Puluhan Ribu Butir Disita
Jakarta – Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat berhasil membongkar jaringan...
19 Apr 2026News
Ads