Meningkatkan kesadaran akan pengelolaan limbah rumah tangga dan menumbuhkan jiwa kreatif di kalangan masyarakat, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan menggelar pelatihan inovatif pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan yang melibatkan 15 anggota Ikatan Wali Murid (IKWAM) ini dilaksanakan pada Kamis (16/2) di aula sekolah, menandai langkah maju dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan dan berdaya.
Program Pengabdian Masyarakat yang Berkelanjutan
Pelatihan ini merupakan bagian integral dari program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Metatia Intan Mauliana, SPd., M.Si., dan didanai oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Inisiatif ini bukan hanya sekadar memberikan keterampilan baru, tetapi juga membekali para orang tua siswa dengan pengetahuan praktis untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.
Fachruddin, S.Pd.I M.Pd, Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan, menjelaskan bahwa sekolah telah memiliki program "Sedekah Minyak Jelantah" yang melibatkan seluruh warga sekolah. Minyak jelantah yang terkumpul selama ini disalurkan kepada pengepul. Namun, ide untuk memanfaatkannya secara mandiri menjadi produk bernilai tambah belum terealisasi. Pelatihan ini menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, dengan memberikan keterampilan dan pengetahuan agar anggota IKWAM dapat mengolah limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Proses Pelatihan yang Komprehensif
Kegiatan pelatihan dirancang secara komprehensif, dimulai dengan sesi sosialisasi dan literasi tentang pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah. Para peserta dibekali pemahaman mendalam tentang bahaya pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah sembarangan. Mereka juga diperkenalkan dengan potensi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku produk kreatif yang dapat dikembangkan secara mandiri.
Setelah sesi teori, peserta terlibat langsung dalam praktik pembuatan lilin aromaterapi. Mereka dipandu secara bertahap, mulai dari penyiapan bahan, pengolahan minyak jelantah, pencampuran dengan bahan pendukung, hingga proses pencetakan lilin aromaterapi siap pakai. Pendampingan intensif dari narasumber memungkinkan peserta memahami teknik pengolahan secara detail dan mendapatkan pengalaman praktis dalam mengubah limbah menjadi produk fungsional.
Dampak dan Harapan
Metatia Intan Mauliana, ketua kegiatan pengabdian, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memperluas manfaat program sedekah minyak jelantah. "Kami berharap keterampilan dan kreativitas anggota IKWAM dalam mengolah limbah rumah tangga dapat meningkat. Tidak hanya sekadar mengumpulkan dan menjual minyak jelantah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat dan berpotensi memiliki nilai ekonomi," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan motivasi masyarakat untuk mengelola limbah rumah tangga secara lebih bertanggung jawab. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman praktis yang diharapkan dapat mendorong tumbuhnya inisiatif pengolahan limbah secara mandiri.
Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi diharapkan dapat memperkuat budaya pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat di lingkungan sekolah. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dan keterlibatan masyarakat dapat bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif. Ke depan, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan berencana untuk mengembangkan pelatihan serupa dengan memanfaatkan limbah rumah tangga lainnya, sehingga semakin memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan.








