Di tengah percepatan transformasi digital yang terjadi di berbagai sektor industri Indonesia, kebutuhan akan pemimpin yang mampu menjembatani strategi bisnis dan teknologi semakin krusial. Salah satu nama yang konsisten muncul dalam konteks ini adalah Richard Irwan, profesional dengan rekam jejak panjang di bidang digital marketing, pengembangan bisnis, dan transformasi organisasi.
Richard Irwan dengan akun Instagram @richardirwan juga dikenal sebagai figur yang tidak hanya berbicara soal digitalisasi, tetapi terlibat langsung dalam proses membangun sistem, tim, dan kanal pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan latar belakang multidisipliner—mulai dari marketing, manajemen, teknologi informasi, hingga hukum—ia memosisikan transformasi digital sebagai strategi bisnis, bukan sekadar adopsi teknologi.
Lahir pada 11 Februari 1991, Richard memulai perjalanannya sejak usia muda melalui dunia kewirausahaan. Pengalaman sebagai pemilik usaha internet café di Jakarta selama lebih dari enam tahun memberinya pemahaman menyeluruh tentang operasional bisnis, manajemen sumber daya, serta pentingnya efisiensi dan inovasi. Pengalaman ini menjadi fondasi awal yang membentuk pendekatannya yang pragmatis dan berbasis hasil.
Secara akademik, Richard menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi bidang Marketing dengan minor Information System di BINUS International, kemudian melanjutkan ke jenjang Magister Manajemen di BINUS Business School. Ia juga menyelesaikan pendidikan hukum di Universitas Pelita Harapan. Kombinasi latar belakang ini tercermin dalam cara berpikirnya yang sistematis, analitis, dan berorientasi jangka panjang dalam pengambilan keputusan strategis.
Karier profesionalnya mencakup berbagai perusahaan besar nasional dan multinasional. Saat ini, Richard menjabat sebagai Digital Marketing Manager di HokBen, salah satu merek makanan cepat saji terbesar di Indonesia. Sebelumnya, ia memegang peran strategis di Indomobil, bagian dari Salim Group, sebagai Head of Digital Marketing and Telemarketing. Di posisi tersebut, ia membangun kanal penjualan digital dari nol hingga menjadi salah satu sumber kontribusi revenue perusahaan, sekaligus memimpin proses transformasi digital lintas departemen.
Pengalaman lain yang menonjol adalah keterlibatannya di Astra International, di mana ia berperan sebagai Digital Marketing Lead dalam pengembangan ekosistem digital Astra, termasuk peluncuran website dan aplikasi digital. Ia juga pernah menjadi bagian dari IPG Mediabrands (Ignite Digital Division), salah satu agensi periklanan global terbesar, menangani berbagai merek internasional dengan pendekatan pemasaran berbasis performa dan data.

Kontribusinya di bidang digital marketing mendapatkan pengakuan internasional ketika ia meraih Google Most Spending Award 2015, yang membawanya ke Google Headquarters di Amerika Serikat. Selain itu, Richard mengantongi berbagai sertifikasi profesional dari Google dan Facebook, khususnya di bidang periklanan digital, analytics, dan video advertising.
Menariknya, pengalaman Richard tidak terbatas pada dunia korporasi. Ia juga pernah terlibat dalam strategi digital dan komunikasi publik pada ajang politik tingkat daerah, berkontribusi dalam peningkatan elektabilitas kandidat melalui pendekatan digital terintegrasi. Pengalaman ini memperkaya perspektifnya dalam memahami perilaku publik, komunikasi massa, dan pengelolaan reputasi di ruang digital.
Dalam berbagai perannya, Richard kerap menekankan bahwa pemasaran digital bukan sekadar alat promosi, melainkan arsitektur pertumbuhan bisnis. Pendekatan inilah yang membuatnya kerap disebut sebagai Growth Architect, sosok yang merancang pertumbuhan dari hulu ke hilir—mulai dari strategi, eksekusi, hingga konversi yang terukur.
Dengan nilai utama integritas, profesionalisme, dan kejujuran, Richard Irwan merepresentasikan generasi pemimpin profesional Indonesia yang melihat transformasi digital sebagai proses berkelanjutan—bukan tren sesaat. Di tengah dinamika ekonomi digital yang terus berkembang, perannya menjadi semakin relevan bagi perusahaan yang ingin bertumbuh secara adaptif dan berkelanjutan.



