SURABAYA (SIAR) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) berhasil menyelesaikan tahap penting dalam penguatan sistem kelistrikan nasional dengan mengaktifkan (energize) dua infrastruktur krusial: GISTET 500 kV Paiton Extension dan SUTET 500 kV PEC-GISTET Paiton Extension. Pencapaian ini, yang berlokasi di Paiton, Jawa Timur, secara signifikan meningkatkan keandalan pasokan listrik, khususnya di wilayah Jawa, Madura, dan Bali.
General Manager PLN UIP JBTB, Moh. Fathol Arifin, menyatakan, "Ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional." Menurut Fathol, keberhasilan ini adalah bukti nyata komitmen PLN dalam menyediakan pasokan listrik yang andal dan berkualitas. Pengoperasian infrastruktur ini akan mengoptimalkan dan menstabilkan evakuasi daya dari pembangkit-pembangkit besar di timur Jawa ke sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat, terutama di Jawa Timur. Proyek ini juga merupakan bagian integral dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memperkuat tulang punggung sistem kelistrikan 500 kV.
Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) JBTB 3 Malang, Oki Hermawan, menambahkan bahwa proyek ini terlaksana dengan standar keamanan dan kualitas tertinggi berkat kerja keras tim di lapangan. Proyek GISTET 500 kV Paiton Extension sendiri mengadopsi teknologi Gas Insulated Switchyard Extra High Voltage (GISTET) yang dikenal lebih efisien dan andal. Oki menekankan bahwa timnya bekerja maksimal dari konstruksi hingga pengujian akhir sesuai prosedur teknis ketat, serta kolaborasi erat dengan unit-unit PLN Group di Jawa Timur yang krusial dalam koordinasi teknis dan manuver tegangan. Dengan selesainya proyek ini, PLN siap menghadapi peningkatan beban listrik masa depan dan menjamin stabilitas suplai antar wilayah.
"PLN terus berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan lainnya dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kemanfaatan bagi seluruh lapisan masyarakat," pungkas Oki.








