Mahasiswa UNS Ungkap Potensi Terpendam Pepaya dan Susu Kambing di Sleman

SLEMAN – Universitas Sebelas Maret (UNS) menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa KKN…

SLEMAN – Universitas Sebelas Maret (UNS) menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa KKN UNS Kelompok 130, yang diterjunkan di Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil menginisiasi inovasi pengolahan komoditas lokal pepaya dan susu kambing, membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Program ini, yang berlangsung selama 45 hari, tidak hanya memberikan edukasi tetapi juga pendampingan intensif untuk meningkatkan nilai tambah produk desa.

Menggali Potensi Lokal Melalui KKN

Desa Sumberharjo, seperti banyak desa di Indonesia, memiliki potensi sumber daya alam yang belum sepenuhnya termanfaatkan. Pepaya dan susu kambing, dua komoditas unggulan desa, selama ini diolah secara tradisional dan dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang fluktuatif. Melihat peluang ini, Tim KKN UNS 130 mengusung tema "Edukasi Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penguatan SDGs" dengan fokus pada inovasi produk dan strategi pemasaran.

Alif Arnenda, Ketua Tim KKN, menekankan pentingnya diversifikasi produk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami melihat pepaya dan susu kambing memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika diolah dengan tepat. Melalui program KKN ini, kami berharap dapat memberikan alternatif pengolahan yang berkelanjutan," ujarnya.

Transformasi Pepaya: Dari Buah Segar Menjadi Manisan dan Selai

Salah satu program utama yang dijalankan adalah sosialisasi dan praktik pembuatan manisan serta selai pepaya. Lutfi Amalia Zulfa, fasilitator kegiatan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk mengurangi ketergantungan petani pada penjualan buah segar. "Dengan mengolah pepaya menjadi manisan dan selai, petani dapat memperoleh nilai tambah yang signifikan dan memperpanjang umur simpan produk," kata Lutfi.

Proses pembuatan manisan dan selai pepaya dilakukan secara partisipatif, melibatkan warga desa dalam setiap tahapan. Mahasiswa UNS memberikan pelatihan teknis, mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas hingga pengemasan produk yang menarik. Hasilnya, warga desa kini memiliki keterampilan baru untuk menghasilkan produk olahan pepaya yang siap dipasarkan.

Rebranding Susu Kambing: Pasteurisasi dan Inovasi Rasa

Selain pepaya, susu kambing juga menjadi fokus utama program KKN. Tim KKN bekerja sama dengan kelompok pengelola susu kambing "Sumber Tumuwuh" untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Faza Alfun Muzazah dan Naila Fairuz Ramadhina, pemateri kegiatan, menekankan pentingnya pasteurisasi dalam pengolahan susu kambing.

"Pasteurisasi adalah proses pemanasan susu untuk membunuh bakteri patogen sehingga aman dikonsumsi. Selain itu, kami juga memperkenalkan inovasi rasa untuk menarik minat konsumen yang lebih luas," jelas Faza.

Mahasiswa UNS tidak hanya memberikan pelatihan pasteurisasi, tetapi juga membantu kelompok "Sumber Tumuwuh" dalam merancang kemasan yang lebih modern dan informatif. Kemasan baru ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar.

Dukungan Akademis dan Dampak Berkelanjutan

Titi Wahyuni S.Pd., M.Sc., Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNS Kelompok 130, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat desa. "Program KKN ini sejalan dengan upaya penguatan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menciptakan pekerjaan layak dan mendorong inovasi industri," ujarnya.

Keberhasilan program KKN ini tidak lepas dari dukungan aktif masyarakat Desa Sumberharjo. Warga desa antusias mengikuti setiap kegiatan dan berkolaborasi dengan mahasiswa UNS untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu, koordinasi yang baik dengan pihak Kalurahan Desa Sumberharjo juga menjadi kunci keberhasilan program ini.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa UNS terus memberikan pendampingan kepada masyarakat agar inovasi pengolahan pepaya dan susu kambing dapat terus dikembangkan. Diharapkan, program KKN ini dapat menjadi katalisator bagi pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan di Desa Sumberharjo, memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Artikel Disetujui Oleh
ReporterToramanu

Sorotan

OTT Kepala Daerah: Kemendagri Soroti Krisis Integritas dan Desakan Perbaikan Sistem
Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat sejumlah kepala daerah...
18 Apr 2026News
IPB University Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Kasus Pelecehan: Upaya Transparansi dan Keadilan
IPB University mengambil langkah proaktif dengan melibatkan mahasiswa secara langsung...
18 Apr 2026News
TPA Suwung Kembali Terima Sampah Organik Usai Gelombang Protes Masyarakat Bali
Denpasar, Bali – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung di Denpasar,...
17 Apr 2026News
Apresiasi Berburu Ikan Invasif: Petugas Jakarta Barat Diganjar Uang dan Rekreasi
Pemerintah Kota Jakarta Barat memberikan apresiasi unik kepada tim petugas...
17 Apr 2026News
Pendakwah SAM Diduga Kabur ke Mesir, Polisi Didorong Libatkan Interpol Usut Dugaan Pencabulan
Kasus dugaan pencabulan yang menyeret seorang pendakwah berinisial SAM memasuki...
17 Apr 2026News
Medan Berat Hambat Evakuasi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Tim SAR Bivak di Lokasi
Tim SAR gabungan yang melakukan evakuasi korban helikopter yang jatuh...
17 Apr 2026News
Ads