Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia perwakilan DKI Jakarta, Fahira Idris, menyampaikan apresiasi terhadap program bedah rumah yang telah dilaksanakan di Jakarta. Apresiasi ini disampaikan menyusul penyerahan 26 unit rumah yang telah direnovasi kepada warga penerima manfaat di kawasan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Program bedah rumah ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis DKI Jakarta dengan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta sektor swasta. Fahira Idris memandang inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam mewujudkan hunian yang layak, sehat, dan bermartabat bagi warga Jakarta yang kurang mampu.
Fahira Idris menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjawab berbagai persoalan mendasar di perkotaan, khususnya dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa program ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga upaya untuk menghadirkan harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Urgensi Program Bedah Rumah di Jakarta
Fahira Idris menyoroti urgensi program bedah rumah di Jakarta, mengingat masih banyak warga yang tinggal di rumah dengan kondisi yang tidak layak huni. Kondisi ini seringkali diperparah dengan minimnya ventilasi dan sanitasi, serta lingkungan yang kurang sehat. Melalui program bedah rumah, pemerintah dan para pemangku kepentingan berupaya menghadirkan solusi nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Dampak dari program ini tidak hanya terbatas pada perbaikan bangunan rumah, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi warga. Hunian yang layak diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, mendorong produktivitas, serta memperkuat ketahanan keluarga. Dengan memiliki rumah yang layak, warga dapat memiliki fondasi yang kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif.
Lima Harapan untuk Optimalisasi Program
Meskipun mengapresiasi program yang telah berjalan, Fahira Idris juga menyampaikan lima harapan agar program bedah rumah dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan berdampak lebih luas bagi masyarakat Jakarta:
- Validitas Data Penerima Manfaat: Memastikan validitas dan integrasi data penerima manfaat agar program tepat sasaran dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan. Proses verifikasi data yang akurat sangat penting untuk menghindari kesalahan sasaran dan memastikan bantuan sampai kepada yang berhak.
- Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pengawasan dan evaluasi program. Kolaborasi yang solid antar berbagai pihak akan memastikan keberlanjutan program dan efektivitasnya dalam jangka panjang.
- Pemberdayaan Masyarakat: Mendorong pemberdayaan masyarakat dalam proses pembangunan, termasuk melibatkan warga setempat agar tumbuh rasa memiliki serta meningkatkan efisiensi pelaksanaan. Keterlibatan aktif masyarakat akan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap program, serta meningkatkan efisiensi pelaksanaan.
- Integrasi dengan Penataan Kawasan: Mengintegrasikan program bedah rumah dengan penataan kawasan permukiman secara menyeluruh, sehingga dampaknya tidak parsial tetapi sistemik. Integrasi dengan program penataan kawasan akan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.
- Keberlanjutan Pendanaan: Memastikan keberlanjutan program melalui skema pendanaan yang inovatif, transparan, dan akuntabel, termasuk optimalisasi dana sosial dan kemitraan dengan berbagai pihak. Skema pendanaan yang berkelanjutan akan menjamin program dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Investasi Jangka Panjang dalam Pembangunan Manusia
Fahira Idris menekankan bahwa program bedah rumah harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia dan kota. Jakarta sebagai kota global tidak hanya diukur dari pembangunan fisik yang megah, tetapi juga dari seberapa layak dan manusiawi kehidupan warganya. Program ini merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Fahira Idris berharap program kolaboratif ini dapat menjadi model yang terus dikembangkan dan direplikasi, sehingga mempercepat terwujudnya Jakarta sebagai kota yang inklusif, berkeadilan, dan berdaya saing. Dengan semakin banyak warga yang merasakan manfaat dari program ini, diharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang lebih baik bagi semua.
Sebagai informasi tambahan, Baznas Bazis DKI Jakarta menargetkan program bedah rumah akan dilaksanakan secara bertahap dengan total target sebanyak 633 unit sepanjang tahun 2026. Warga kurang mampu dengan kondisi rumah rusak parah berhak menerima bantuan program bedah rumah. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta.








