SIAR – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah memulai investigasi terkait jatuhnya pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang hilang kontak di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Maros Pangkep, pada Sabtu (17/1). Pencarian lokasi dan pengumpulan data penumpang menjadi prioritas utama di tengah dugaan matinya perangkat Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat, yang menyulitkan upaya penyelidikan.
Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti jatuhnya pesawat. Menurutnya, proses pencarian dan penyelidikan saat ini sangat terkendala. Ia secara langsung menyatakan, "belum bisa memastikan penyebab pesawat tersebut terjatuh dan mengaku terkendala karena diduga emergency locator transmitter mati. Di sisi lain menurut Soerjanto, saat ini masih fokus pencarian lokasi jatuhnya pesawat dan pengumpulan data korban."
Pernyataan tersebut menyoroti tantangan besar yang dihadapi tim SAR dan investigator dalam menemukan lokasi pasti jatuhnya pesawat serta mengumpulkan informasi krusial untuk mengungkap penyebab insiden ini.
(Shintia Aryanti Krisna/Fahrul Marwansyah/Farah Khadija)









