Jakarta – Aksi nekat seorang pria berinisial A (30) yang mencoba melakukan bunuh diri dengan memanjat papan reklame di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Daan Mogot KM 19,6, Batuceper, Kota Tangerang, pada Senin malam (23/3/2026) menggegerkan warga sekitar. Upaya penyelamatan dramatis berlangsung selama lebih dari satu jam, menyebabkan kemacetan lalu lintas yang signifikan di ruas jalan utama tersebut.
Kronologi Kejadian dan Upaya Penyelamatan
Kejadian bermula ketika warga melihat A berdiri di atas papan reklame yang cukup tinggi. Meskipun sudah diperingatkan untuk turun, A tidak menghiraukan dan tetap berada di posisinya. Melihat situasi yang membahayakan, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batuceper.
Kapolsek Batuceper, Kompol Gunawan, beserta jajarannya segera tiba di lokasi kejadian. Mereka berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang untuk melakukan evakuasi. Petugas pemadam kebakaran dengan sigap menyiapkan peralatan keselamatan, termasuk matras udara untuk mengantisipasi jika A nekat melompat.
Upaya persuasif menjadi prioritas utama dalam penyelamatan ini. Petugas kepolisian berusaha membujuk A agar mengurungkan niatnya. Sementara negosiasi berlangsung, sebagian ruas Jalan Daan Mogot arah Tangerang ditutup sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan memberikan ruang gerak bagi petugas penyelamat.
Setelah negosiasi yang cukup panjang, sekitar 90 menit, A akhirnya berhasil dibujuk untuk turun. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati oleh petugas gabungan dari Polsek Batuceper, Polres Metro Tangerang Kota, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang.
Motif di Balik Aksi Nekat
Menurut keterangan pihak kepolisian, A diduga mengalami stres berat akibat masalah keluarga. Perceraian orang tuanya dan kemudian disusul dengan meninggalnya sang ayah, menjadi pukulan berat bagi A. Kondisi ini diperparah dengan masalah ekonomi, di mana A tidak memiliki pekerjaan tetap dan merasa putus asa dengan kehidupannya.
"Adapun permasalahan yang dihadapi oleh saudara A, yang bersangkutan mengalami stres berat disebabkan orang tuanya bercerai dan kemudian Bapaknya meninggal dunia. Sehingga keluarganya berantakan, tidak punya penghasilan tetap dan ingin mengakhiri hidup," ujar Kompol Gunawan.
Reaksi Warga dan Tindak Lanjut
Setelah berhasil dievakuasi, A dibawa menggunakan mobil ambulans ke Polres Metro Tangerang Kota untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, suasana sempat memanas ketika beberapa warga mencoba melakukan tindakan kekerasan terhadap A. Beruntung, petugas kepolisian dengan sigap melindungi A dan segera membawanya ke dalam ambulans.
Kejadian ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Sebagian merasa prihatin dengan kondisi A dan menyayangkan aksi nekatnya. Sementara sebagian lainnya merasa kesal karena aksi tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memberikan dukungan kepada orang-orang yang mungkin sedang mengalami masalah berat. Bantuan psikologis dan dukungan sosial sangat penting untuk mencegah terjadinya tindakan-tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental
Kasus percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh A menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran terhadap kesehatan mental. Tekanan hidup yang semakin berat, masalah ekonomi, masalah keluarga, dan berbagai faktor lainnya dapat memicu depresi dan gangguan mental lainnya.
Pemerintah dan berbagai organisasi masyarakat terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan memberikan akses layanan kesehatan mental yang terjangkau dan mudah diakses.
Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami masalah emosional atau mental, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi yang tepat. Jangan biarkan masalah menumpuk dan menyebabkan dampak yang lebih buruk.
KONTAK BANTUAN:
- Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
- Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku
- Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
- Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.
Pencegahan bunuh diri adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan, kita dapat menyelamatkan nyawa dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat mental.








