Andi Ina Kartika Sari, Bupati Barru, mengambil langkah proaktif dalam upaya menyelesaikan konflik yang terjadi di Masjid Nurut Tauhid, yang terletak di BTN Pepabri Barru. Serangkaian pertemuan strategis dilakukan dengan jajaran Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan untuk mencari solusi komprehensif dan menjaga stabilitas di tengah masyarakat.
Audiensi dengan Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Sebagai langkah awal, Bupati Andi Ina Kartika Sari melakukan audiensi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan di Makassar. Pertemuan yang berlangsung di Kantor PWM Sulsel ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari Pemerintah Kabupaten Barru, termasuk Plh. Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kasat Pol PP, Kabag Kesra, serta Kabag Protokol.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Barru menyampaikan secara rinci kronologi kejadian di Masjid Nurut Tauhid. Ia juga menjelaskan langkah-langkah cepat dan terukur yang telah diambil oleh Pemerintah Kabupaten Barru bersama aparat keamanan untuk menjaga stabilitas dan mencegah eskalasi konflik. Bupati menekankan komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah ini secara adil dan transparan.
Pertemuan Lanjutan dengan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah
Untuk memperkuat koordinasi dan mencari solusi yang lebih luas, Bupati Barru kembali menggelar pertemuan lanjutan di Makassar. Kali ini, pertemuan dihadiri oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., beserta Ketua dan jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Kehadiran tokoh sentral Muhammadiyah ini menunjukkan keseriusan dalam menangani konflik ini.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati kembali menegaskan kronologi permasalahan serta langkah-langkah penyelesaian yang telah dan sedang ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Barru. Ia juga menyampaikan hasil rapat koordinasi dan mediasi yang telah diinisiasi sebelumnya, yang melibatkan unsur Muhammadiyah dan pengurus masjid. Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengedepankan kondusivitas, sehingga aktivitas ibadah dapat kembali berjalan normal.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru
Bupati Barru menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru tidak akan membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mengawal proses penyelesaian secara tuntas, memastikan setiap langkah berjalan adil, transparan, dan berlandaskan hukum.
"Dalam waktu dekat, kami juga akan kembali mempertemukan seluruh pihak untuk memastikan penyelesaian yang final, tanpa mengorbankan persatuan dan ketenteraman masyarakat," jelas Bupati Andi Ina Kartika Sari.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Barru memastikan akan terus memfasilitasi pertemuan lintas pihak guna mengawal setiap tahapan penyelesaian secara konsisten hingga tercapai solusi yang dapat diterima bersama, termasuk yang terkait kepemilikan aset masjid.
Peran Aktif Aparat Kepolisian
Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., turut hadir dalam pertemuan tersebut dan menyampaikan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh aparat kepolisian dalam mengantisipasi setiap potensi gangguan keamanan. Kapolres menegaskan kesiapan penuh aparat dalam memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Hal ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah.
Apresiasi dari Pimpinan Muhammadiyah
Ketua PWM Sulsel, Prof. Ambo Asse, mengapresiasi langkah cepat dan tepat yang diambil oleh Bupati Barru bersama jajaran dalam menangani konflik ini. Ia menilai pendekatan dialog yang dikedepankan oleh pemerintah daerah menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kondusivitas umat.
Senada dengan itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., menegaskan bahwa apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Barru mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan solutif. Ia berharap proses penyelesaian konflik ini tidak hanya menghasilkan kepastian hukum, tetapi juga memperkuat kedewasaan dalam menyikapi perbedaan serta menjadi rujukan penyelesaian konflik sosial secara damai di masa mendatang.
Langkah Selanjutnya dan Harapan ke Depan
Pemerintah Kabupaten Barru akan terus memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang berselisih dan mengawal proses mediasi hingga tercapai kesepakatan yang adil dan berkelanjutan. Diharapkan, dengan pendekatan yang inklusif dan transparan, konflik di Masjid Nurut Tauhid dapat diselesaikan secara damai dan menjadi contoh bagi penyelesaian konflik serupa di daerah lain. Penyelesaian konflik ini diharapkan tidak hanya memulihkan ketenteraman masyarakat, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Barru.








