Pendiri Bersama Asos Meninggal Dunia Usai Jatuh dari Gedung Apartemen di Thailand
Pattaya, Thailand – Quentin Griffiths, salah satu pendiri raksasa fesyen online Asos, meninggal dunia setelah jatuh dari gedung apartemen bertingkat tinggi di kota Pattaya, Thailand, pada tanggal 9 Februari lalu. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat.
Menurut penyelidik kepolisian Thailand, Griffiths, yang merupakan pemegang paspor Inggris, ditemukan tewas di tanah. Hasil investigasi menunjukkan bahwa ia berada sendirian di dalam kamarnya yang terkunci dari dalam, tanpa ada tanda-tanda pembobolan. Autopsi yang dilakukan juga tidak menemukan bukti adanya tindak kejahatan.
Griffiths mendirikan Asos pada tahun 2000 bersama Nick Robertson, Andrew Regan, dan Deborah Thorpe. Meskipun ia meninggalkan perusahaan tersebut lima tahun kemudian, ia tetap menjadi pemegang saham penting.
Pihak kepolisian juga mengungkapkan kepada BBC bahwa Griffiths terlibat dalam dua kasus pengadilan yang sedang berjalan, yang mungkin menjadi sumber tekanan baginya. Diketahui, ia telah berpisah dengan istri keduanya, seorang warga negara Thailand, dan dilaporkan terlibat sengketa hukum dengannya terkait bisnis yang mereka jalankan bersama.
Asos, yang awalnya merupakan singkatan dari ‘As Seen On Screen’, didirikan dengan konsep menjual busana yang terinspirasi dari gaya bintang televisi dan film. Perusahaan ini kemudian berkembang pesat menjadi pasar fesyen online global yang menawarkan ratusan merek, termasuk lini produknya sendiri, dan pernah mencapai valuasi lebih dari £6 miliar.
Saat ini, pemegang saham terbesar Asos termasuk miliarder Denmark Anders Holch Povlsen, pemilik raksasa pakaian Bestseller, dan Mike Ashley, pemilik Frasers Group.
(Dengan laporan tambahan dari Thanyarat Doksone di Bangkok)








