PANGKEP, Sulawesi Selatan – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran masyarakat. Namun, Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkopdatin) menegaskan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah tersebut aman dan mencukupi. Antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh panic buying atau pembelian panik masyarakat yang terpengaruh isu kelangkaan dan rencana kenaikan harga BBM, serta keterlambatan distribusi akibat kepadatan lalu lintas arus balik Lebaran.
Pemerintah Daerah Pastikan Ketersediaan BBM
Drs. H. Asykur Abu Bakar, M.Si, Kepala Dinkopdatin Pangkep, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina di Makassar untuk memastikan ketersediaan BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar. Hasil koordinasi tersebut memberikan jaminan bahwa tidak ada kelangkaan BBM di Pangkep, meskipun beredar isu mengenai terhambatnya kapal Pertamina di Timur Tengah.
"Sampai saat ini, Pertamina belum pernah mengeluarkan pernyataan bahwa stok BBM langka. Ketersediaan tetap ada, persediaan aman mulai dari pusat sampai di Makassar. Kami mengimbau masyarakat jangan panik," tegas Asykur. Pernyataan ini bertujuan meredam keresahan masyarakat dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi.
Akar Masalah: Panic Buying dan Kendala Distribusi
Lebih lanjut, Asykur menjelaskan bahwa penumpukan kendaraan di SPBU, terutama di wilayah Kota Pangkajene, dipicu oleh kepanikan masyarakat yang termakan isu kelangkaan. Berdasarkan pantauan di lapangan, terjadi perubahan pola konsumsi yang signifikan. Warga yang sebelumnya hanya mengisi 10 liter BBM, kini mengisi hingga 40, 50, bahkan 60 liter.
"Masyarakat panik gara-gara pemberitaan yang viral. Rata-rata yang dulu cuma isi 10 liter, sekarang dia isi sampai 40, 50, bahkan 60 liter. Ini yang membuat antrean menjadi lama," ungkapnya. Fenomena panic buying ini tentu saja memperparah situasi dan menyebabkan antrean mengular.
Selain panic buying, keterlambatan distribusi juga menjadi faktor penyebab antrean. Kekosongan yang sempat terjadi di beberapa SPBU, seperti di Kalibone, disebabkan oleh kendala teknis akibat kepadatan lalu lintas arus balik Lebaran dari arah Makassar. Armada tangki BBM terjebak macet, sehingga pengiriman terlambat.
"Ada sedikit keterlambatan suplai karena macet arus balik dari Makassar yang bisa sampai 2 jam. Jadi masyarakat di Kalibone sempat menunggu sekitar satu jam, setelah tangki tiba pengisian kembali normal," jelas Asykur.
Upaya Pengawasan dan Pencegahan Penimbunan
Menanggapi situasi ini, Dinkopdatin Pangkep telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk mencegah tindakan penimbunan yang dipicu oleh kepanikan warga. Staf dinas telah diterjunkan ke lapangan untuk memantau langsung situasi di tujuh SPBU utama yang tersebar di wilayah Kalibone, Bungoro, Labbakkang, Ma’rang, Segeri, Mandalle, hingga kawasan Pangkajene.
Pemerintah daerah juga secara tegas memperingatkan oknum masyarakat untuk tidak memanfaatkan situasi ini dengan melakukan penimbunan BBM. Tindakan penimbunan merupakan pelanggaran hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana.
"Masyarakat jangan panik agar tidak memicu tindakan mengambil berkali-kali untuk ditimbun. Ini menjadi atensi kami bersama Pertamina, karena menimbun BBM itu jelas melanggar hukum," tegas Asykur.
Situasi Terkini dan Langkah Selanjutnya
Hingga saat ini, berdasarkan pantauan staf di lapangan dan konfirmasi dengan para penanggung jawab SPBU, situasi di sepanjang jalur lintas daerah Kabupaten Pangkep diklaim masih terkendali. Antrean panjang kendaraan truk di jalan raya dinilai masih dalam batas kewajaran dan aktivitas pengisian berjalan lancar.
Pemerintah daerah akan terus memantau dan mengevaluasi situasi ketersediaan BBM di Pangkep. Koordinasi dengan Pertamina akan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi dan mencegah terjadinya kelangkaan. Pemerintah daerah juga akan terus mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pemerintah daerah juga akan terus mengecek kesesuaian data distribusi harian BBM dari Pertamina guna menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi.








