Utusan Khusus Presiden Zita Anjani: Konservasi Situs Budaya Fondasi Utama Pengembangan Wisata Sejarah
Jakarta, SIAR – Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, menegaskan bahwa pengembangan wisata sejarah harus selalu berjalan seiring dengan upaya konservasi dan perlindungan situs. Penekanan ini disampaikan sebagai prioritas utama demi menjaga nilai sejarah bagi generasi mendatang.
"Budaya yang dirawat dengan benar bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan. Namun pelestarian harus selalu menjadi prioritas utama agar nilai sejarahnya tetap terjaga untuk generasi mendatang," kata Zita Anjani dalam keterangannya.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat meninjau situs bersejarah Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, salah satu peninggalan penting peradaban masa lampau di Sumatra.
Selain Kampar, Zita Anjani juga melakukan kunjungan kerja ke Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak untuk berinteraksi dengan komunitas lokal.
Di Kota Pekanbaru, ia berdialog dengan Komunitas Suku Seni, yang aktif menggerakkan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Zita mengapresiasi peran anak muda dan penggiat seni yang konsisten menjaga identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
"Komunitas adalah jantung dari pariwisata berbasis pengalaman. Ketika budaya dirawat oleh generasi mudanya sendiri, di situlah pariwisata menemukan ruhnya," ujarnya.
Sementara di Siak, Zita Anjani bertemu dengan pemerintah daerah setempat serta beraudiensi dengan Komunitas Suwai dari Skelas, kelompok anak muda yang aktif mengembangkan pariwisata berbasis pengalaman dan pelestarian budaya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga meninjau destinasi wisata sejarah dan merasakan pengalaman khas "Makan Berhanyut," sebuah konsep wisata kuliner yang menghadirkan sensasi menikmati hidangan ikan di atas perahu sambil menyusuri sungai.
Menurut Zita, pengalaman tersebut merupakan contoh konkret pariwisata otentik yang menyatukan alam, budaya sungai, dan tradisi kuliner masyarakat dalam satu kesatuan narasi. "Manusia tidak benar-benar bepergian untuk melihat tempat baru, tetapi untuk menemukan cara baru melihat dunia dan dirinya sendiri. Pariwisata bukan hanya tentang jarak, tetapi tentang nilai yang kita temui di sepanjang perjalanan. Dan nilai itu, di Indonesia, bernama budaya," jelasnya.
Zita Anjani menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pariwisata yang berpijak pada identitas budaya, pemberdayaan komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif. Hal ini dinilai menjadi kunci agar pariwisata Riau tumbuh sebagai yang otentik, berdaya saing, serta memberikan dampak ekonomi yang inklusif bagi masyarakat. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi lintas wilayah di Provinsi Riau dalam mewujudkan pariwisata yang tidak hanya menghadirkan kunjungan, tetapi juga menjaga warisan budaya dan alam sebagai aset bangsa.









