Tekanan AS Makin Berat: Trump Ancam Kenakan Tarif pada Pemasok Minyak Kuba
Washington D.C. – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk meningkatkan tekanan terhadap negara komunis di Karibia tersebut.
Ancaman tarif baru ini tertuang dalam perintah eksekutif. Namun, belum ada rincian mengenai besaran tarif spesifik atau negara mana saja yang akan menjadi sasaran. Trump sendiri telah berulang kali melontarkan ancaman tindakan terhadap Kuba dan kepemimpinan komunisnya.
Pada hari Selasa, Trump menyatakan bahwa Kuba "akan segera runtuh," terutama karena sekutu lamanya, Venezuela, tidak lagi mengirimkan minyak atau uang ke negara itu. Sebelumnya, Venezuela diyakini memasok sekitar 35.000 barel minyak per hari ke Kuba.
Dalam perintah eksekutif pada hari Kamis, Trump menyatakan bahwa "kebijakan, praktik, dan tindakan Pemerintah Kuba merupakan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa." Ia juga menuduh Havana menampung "musuh-musuh berbahaya Amerika Serikat." Tarif tersebut dapat menargetkan negara-negara "yang secara langsung atau tidak langsung menjual atau menyediakan minyak apa pun kepada Kuba."
Sebelumnya, Trump pernah memerintahkan Kuba untuk "membuat kesepakatan, sebelum terlambat," meskipun ia tidak merinci syarat kesepakatan atau konsekuensi yang akan dihadapi negara kepulauan itu. Menanggapi hal tersebut, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengatakan bahwa Washington tidak memiliki otoritas moral untuk memaksakan kesepakatan pada negaranya.
Taktik pemerintahan Trump menyita kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi telah memperburuk krisis bahan bakar dan listrik di Kuba. Negara itu kini menghadapi pemadaman listrik bergilir, membuat warga Kuba kesulitan menghadapi pasokan listrik yang tidak stabil.
Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, baru-baru ini menyatakan bahwa negara kepulauan Karibia itu memiliki "hak mutlak untuk mengimpor bahan bakar" dari eksportir mana pun yang bersedia, "tanpa campur tangan atau tunduk pada langkah-langkah paksaan sepihak Amerika Serikat."
BBC telah menghubungi Kementerian Luar Negeri Kuba untuk meminta komentar.
Keterangan Gambar:
Sebuah kapal kontainer berlayar di perairan berombak dekat fasilitas industri yang luas di tepi pantai. Suasana siang hari dengan seekor burung terbang di atas air. (Getty Images)









