• 16 Feb 2026

Trump threatens tariffs on countries selling oil to Cuba

Tekanan AS Makin Berat: Trump Ancam Kenakan Tarif pada Pemasok Minyak Kuba

Washington D.C. – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,…

Tekanan AS Makin Berat: Trump Ancam Kenakan Tarif pada Pemasok Minyak Kuba

Washington D.C. – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk meningkatkan tekanan terhadap negara komunis di Karibia tersebut.

Ancaman tarif baru ini tertuang dalam perintah eksekutif. Namun, belum ada rincian mengenai besaran tarif spesifik atau negara mana saja yang akan menjadi sasaran. Trump sendiri telah berulang kali melontarkan ancaman tindakan terhadap Kuba dan kepemimpinan komunisnya.

Pada hari Selasa, Trump menyatakan bahwa Kuba "akan segera runtuh," terutama karena sekutu lamanya, Venezuela, tidak lagi mengirimkan minyak atau uang ke negara itu. Sebelumnya, Venezuela diyakini memasok sekitar 35.000 barel minyak per hari ke Kuba.

Dalam perintah eksekutif pada hari Kamis, Trump menyatakan bahwa "kebijakan, praktik, dan tindakan Pemerintah Kuba merupakan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa." Ia juga menuduh Havana menampung "musuh-musuh berbahaya Amerika Serikat." Tarif tersebut dapat menargetkan negara-negara "yang secara langsung atau tidak langsung menjual atau menyediakan minyak apa pun kepada Kuba."

Sebelumnya, Trump pernah memerintahkan Kuba untuk "membuat kesepakatan, sebelum terlambat," meskipun ia tidak merinci syarat kesepakatan atau konsekuensi yang akan dihadapi negara kepulauan itu. Menanggapi hal tersebut, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengatakan bahwa Washington tidak memiliki otoritas moral untuk memaksakan kesepakatan pada negaranya.

Taktik pemerintahan Trump menyita kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi telah memperburuk krisis bahan bakar dan listrik di Kuba. Negara itu kini menghadapi pemadaman listrik bergilir, membuat warga Kuba kesulitan menghadapi pasokan listrik yang tidak stabil.

Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, baru-baru ini menyatakan bahwa negara kepulauan Karibia itu memiliki "hak mutlak untuk mengimpor bahan bakar" dari eksportir mana pun yang bersedia, "tanpa campur tangan atau tunduk pada langkah-langkah paksaan sepihak Amerika Serikat."

BBC telah menghubungi Kementerian Luar Negeri Kuba untuk meminta komentar.


Keterangan Gambar:
Sebuah kapal kontainer berlayar di perairan berombak dekat fasilitas industri yang luas di tepi pantai. Suasana siang hari dengan seekor burung terbang di atas air. (Getty Images)

Artikel Disetujui Oleh
ReporterPramono

Sorotan

Trump wants Venezuela’s oil. Will his plan work?
Trump Ingin Minyak Venezuela: Akankah Rencana Ambisiusnya Berhasil? Oleh: Archie Mitchell & Natalie Sherman, Reporter Bisnis Donald Trump telah menyatakan...
5 Jan 2026Features
UK social media campaigners among five denied US visas
AS Tolak Visa Lima Tokoh Eropa, Tuduh Upaya 'Memaksa' Sensor di Platform Digital WASHINGTON DC – Lima tokoh terkemuka, termasuk...
25 Des 2025Features
Trump touts upbeat message on cost of living as Americans feel the pinch
Trump Klaim Biaya Hidup Turun Drastis, Namun Warga Amerika Masih Tercekik Kenaikan Harga Oleh Danielle Kaye dan Natalie Sherman Tonton:...
10 Des 2025Features
Why has the price of silver hit a record high?
Harga Perak Melonjak ke Rekor Tertinggi: Peran Suku Bunga AS dan Permintaan Teknologi Oleh Osmond Chia, Jurnalis Bisnis Harga perak...
10 Des 2025Features
Gus Ipul Dorong Calon Pimpinan Sekolah Rakyat Terapkan Gaya Kepemimpinan Humanis
Bandung, siar.co.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Ipul, menekankan pentingnya gaya kepemimpinan humanis bagi...
6 Des 2025Features
Thailand, Vietnam, dan Filipina Pimpin Klasemen Sementara Sepak Bola Putra SEA Games 2025
siar.co.id - Thailand U22, Vietnam U22, dan Filipina U22 berhasil menduduki puncak klasemen sementara di Grup A, B, dan C...
6 Des 2025Features
Ads
ads