LAMONGAN – SMK Muhammadiyah 1 Lamongan mengambil langkah signifikan dalam memperkuat pendidikan vokasi dengan meresmikan unit usaha terbaru mereka, BengkelMU. Peluncuran yang berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026, di Jl. Veteran No. 51, Lamongan, ini menandai awal kemitraan strategis antara sekolah dan REDAV Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan ekosistem Teaching Factory yang relevan dengan kebutuhan industri otomotif modern, mempersiapkan siswa untuk terjun langsung ke dunia kerja dengan kompetensi yang mumpuni.
Dukungan Penuh Muhammadiyah untuk Dakwah Ekonomi
Acara peresmian BengkelMU dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Drs. H. Shodikin, M.Pd, beserta Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Lamongan. Kehadiran dan dukungan dari struktur organisasi Muhammadiyah ini menggarisbawahi bahwa BengkelMU bukan sekadar unit bisnis, melainkan bagian integral dari upaya dakwah ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan vokasi Muhammadiyah. Investasi dalam pendidikan vokasi dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan kemandirian ekonomi.
Teaching Factory: Jembatan Antara Sekolah dan Industri
Konsep Teaching Factory yang diusung BengkelMU merupakan pendekatan pembelajaran yang inovatif, menggabungkan teori di kelas dengan praktik langsung di lingkungan yang menyerupai industri sebenarnya. Siswa tidak hanya mempelajari dasar-dasar otomotif, tetapi juga terlibat dalam proses perbaikan dan perawatan kendaraan pelanggan, mulai dari diagnosa masalah hingga penggantian suku cadang. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengembangkan skill teknis, problem-solving, dan kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan, yang sangat penting untuk sukses di dunia kerja.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Lamongan, Afnan Nurdin, SE. MM, dalam sambutannya menekankan bahwa BengkelMU adalah wujud nyata komitmen sekolah untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan kompetitif. Kemitraan dengan REDAV Group akan memberikan siswa pengalaman berharga dalam menangani kendaraan dengan standar bengkel profesional. Lebih lanjut, Afnan Nurdin menjelaskan bahwa mentalitas industri yang dibangun sejak dini akan menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.
REDAV Group: Mitra Strategis dengan Teknologi Terkini
Keterlibatan REDAV Group sebagai mitra strategis menghadirkan teknologi terkini dan keahlian profesional ke BengkelMU. REDAV Group akan menyediakan peralatan bengkel modern, pelatihan bagi guru dan siswa, serta pendampingan teknis untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan BengkelMU sesuai dengan standar industri. Dengan dukungan teknologi dan pengawasan tenaga ahli, BengkelMU diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan otomotif yang unggul dan terpercaya di Lamongan.
Dampak Positif Bagi Masyarakat Lamongan
Kehadiran BengkelMU tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa SMK Muhammadiyah 1 Lamongan, tetapi juga bagi masyarakat umum di Lamongan. BengkelMU membuka layanan perawatan dan perbaikan kendaraan dengan harga yang kompetitif, memberikan alternatif bagi warga yang mencari layanan berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu, keberadaan BengkelMU juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi lulusan SMK dan masyarakat sekitar.
Langkah Selanjutnya: Pengembangan Kurikulum dan Sertifikasi Kompetensi
Setelah peresmian, SMK Muhammadiyah 1 Lamongan dan REDAV Group akan fokus pada pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri otomotif. Kurikulum akan dirancang untuk memastikan siswa menguasai kompetensi yang dibutuhkan, seperti diagnosa elektronik, perbaikan sistem injeksi, dan perawatan kendaraan modern. Selain itu, sekolah juga akan berupaya untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi bagi siswa yang telah menyelesaikan pelatihan di BengkelMU, sehingga mereka memiliki bukti formal atas kemampuan yang dimiliki. Sertifikasi kompetensi ini akan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja dan memberikan kepercayaan kepada industri bahwa mereka memiliki tenaga kerja yang berkualitas.








