Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam program Salat Tarawih Keliling (STARLING) Ramadan 1447 H/2026 M. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya At-Taqwa, Gambir, Jakarta Pusat, ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan sosial keagamaan serta menjalin silaturahmi kebangsaan di tengah masyarakat. Inisiatif ini menandai sinergi yang kuat antara dua pilar penting negara dalam upaya menjaga stabilitas dan harmoni bangsa.
Memperkuat Persatuan Melalui Pendekatan Spiritual
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag, Abu Rokhmad, menekankan bahwa STARLING bukan sekadar kegiatan rutin ibadah. Lebih dari itu, program ini menjadi wadah pertemuan antara negara dan umat dalam merawat persatuan melalui pendekatan spiritual. "Tarawih Keliling bukan hanya ibadah bersama, tetapi juga sarana memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta menghadirkan makna dan keberkahan bagi kita semua," ujarnya.
Program STARLING ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, memberikan kesempatan bagi pejabat pemerintah dan anggota TNI untuk berinteraksi langsung dengan warga. Interaksi ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara negara dan masyarakat, sekaligus meningkatkan pemahaman tentang isu-isu keagamaan dan sosial yang relevan.
Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Kolaborasi antara Kemenag dan TNI AD menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik dalam membangun ketahanan bangsa. Jika TNI berperan menjaga stabilitas wilayah, maka Kemenag fokus pada penguatan nilai keagamaan, moral, dan kerukunan. Abu Rokhmad menjelaskan bahwa sinergi ini merupakan ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai menuju Indonesia Emas 2045.
Keterlibatan TNI AD dalam program ini menunjukkan komitmen mereka terhadap pembangunan karakter bangsa melalui pendekatan keagamaan. Hal ini sejalan dengan peran TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, yang juga mencakup aspek spiritual dan moral bangsa.
Ramadan Sebagai Ruang Kebersamaan
Kemenag berharap agar Ramadan dapat menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan. Melalui Tarawih Keliling, interaksi langsung antara pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan dapat terjalin lebih erat, sehingga layanan keagamaan dapat dirasakan lebih nyata. Program ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan dan mempersatukan.
Selain itu, STARLING juga memperkuat kolaborasi di tingkat daerah. Penyuluh agama Islam selama ini telah bersinergi dengan unsur TNI dalam membangun toleransi serta mencegah potensi konflik sosial. Kemitraan ini terbukti efektif dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan menciptakan suasana kondusif di masyarakat.
Dukungan TNI AD untuk Pembangunan Karakter Bangsa
Kepala Sekretariat Umum TNI AD, Budijanto, yang mewakili Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI AD dalam STARLING merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan karakter bangsa melalui pendekatan keagamaan. "Bulan Ramadan adalah momentum strategis untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kehadiran negara dalam memfasilitasi ibadah umat merupakan bentuk pelayanan publik yang menyentuh dimensi spiritual dan kebangsaan," ujarnya.
Partisipasi aktif TNI AD dalam kegiatan keagamaan seperti STARLING mencerminkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai agama dalam membentuk karakter prajurit yang berintegritas dan profesional. Dengan menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan, TNI AD dapat memperkuat citra positif dan membangun kepercayaan publik.
Implementasi Nilai Keagamaan dalam Kehidupan Berbangsa
Melalui STARLING, pemerintah berharap agar nilai-nilai keagamaan tidak hanya terbatas pada ruang ibadah, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan sebagai penguat persatuan. Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, dan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.
Selain bersama TNI AD, Ditjen Bimas Islam Kemenag juga menggelar STARLING selama Ramadan 1447 H di Masjid Jami Baitul Ihsan Bank Indonesia dan Masjid Pemuda Al-Muwahiddin Kementerian Pemuda dan Olahraga. Hal ini menunjukkan komitmen Kemenag untuk menjangkau berbagai kalangan masyarakat dan memperluas dampak positif program STARLING. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, diharapkan program ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan sosial keagamaan dan mewujudkan Indonesia yang lebih harmonis dan sejahtera.








