Di tengah arus transformasi ini, Dr. Didik Haryadi Santoso, S.I.Kom., M.A. menekankan satu hal yang tidak boleh tergeser: nilai kemanusiaan. Menurutnya, teknologi seharusnya menjadi alat bantu yang memperkuat proses belajar, bukan menggantikan peran manusia—baik dosen maupun mahasiswa—dalam membentuk pemahaman, karakter, dan tanggung jawab.
Sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (FIKOM UMBY), Dr. Didik dikenal sebagai akademisi visioner yang mampu meramu pendekatan humanis dengan perkembangan teknologi. Keilmuannya di bidang New Media serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) membentuk perspektif bahwa kemajuan digital harus berjalan seiring dengan etika, empati, dan tanggung jawab moral.
Perjalanan akademiknya ditempuh melalui proses panjang dan konsisten. Ia memulai karier sebagai dosen, kemudian dipercaya memimpin FIKOM UMBY sejak 2019. Pengalaman tersebut membentuk gaya kepemimpinan yang menekankan integritas, kerja keras, serta komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Dalam merespons perkembangan AI, Dr. Didik menegaskan bahwa teknologi tidak perlu ditolak. Sebaliknya, AI perlu dipahami dan dimanfaatkan secara kritis serta etis. Ia memandang, kehadiran AI akan mendorong transformasi peran dosen—dari pusat pemberi materi menjadi fasilitator dan mentor. Dosen diharapkan mampu membimbing mahasiswa agar tidak sekadar “mahir memakai teknologi”, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggunakannya.
Bagi Dr. Didik, pendidikan Ilmu Komunikasi tidak cukup hanya mengajarkan keterampilan teknis. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan adaptasi, daya kritis, serta kepekaan sosial untuk menghadapi dunia profesional yang bergerak cepat dan penuh tantangan. Melalui kepemimpinannya, FIKOM UMBY terus diarahkan menjadi fakultas yang inovatif dan berdaya saing, tanpa meninggalkan fondasi nilai-nilai kemanusiaan.
Pesan yang kerap ia sampaikan kepada mahasiswa terdengar sederhana, namun sarat makna: kuasai teknologi, tetapi jangan kehilangan kemanusiaan. Visi inilah yang menjadi pijakan Dr. Didik dalam membangun masa depan pendidikan Ilmu Komunikasi yang adaptif, beretika, dan tetap berpusat pada manusia.









