Jakarta (SIAR) – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan kembali komitmen tak tergoyahkan diplomasi Indonesia dalam perjuangan mewujudkan Palestina yang damai dan merdeka. Sugiono menekankan, Indonesia akan selalu hadir dengan prinsip dan keberanian dalam setiap langkahnya.
Pernyataan itu disampaikannya dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu. "Palestina adalah pengingat bahwa diplomasi tidak boleh kehilangan nuraninya," kata Menlu Sugiono.
Sugiono menegaskan, kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi yang wajib terus diperjuangkan. Komitmen ini diimplementasikan melalui peran aktif Indonesia di berbagai forum internasional, dengan tujuan mendorong penghentian kekerasan, pemulihan kemanusiaan, dan akhirnya terwujudnya Palestina yang damai dan merdeka.
Indonesia, lanjutnya, secara konsisten terlibat aktif dalam upaya-upaya internasional untuk Palestina. Ini mencakup perannya sebagai co-chair Working Group di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berhasil merumuskan New York Declaration, serta dukungannya terhadap implementasi Sharm El Sheikh Peace Summit. Tak hanya itu, Indonesia juga aktif dalam pembahasan pembentukan International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional di Jalur Gaza.
Mengenai ISF, Sugiono menjelaskan, "ISF merupakan instrumen sementara untuk mendukung gencatan senjata permanen dan kelancaran bantuan kemanusiaan di Gaza, sementara tujuan akhir tetap perdamaian Palestina melalui Solusi Dua Negara."
Pada kesempatan yang sama, Menlu Sugiono juga menyoroti penguatan diplomasi Indonesia di dunia Islam. Pendekatan ini, sebutnya, dilakukan secara fokus, terencana, dan lintas sektor. Dengan statusnya sebagai negara berpopulasi Muslim terbesar dan rekam jejak moderasi yang kuat, Indonesia memiliki kredibilitas serta tanggung jawab untuk mendorong kerja sama yang lebih substantif.
Kementerian Luar Negeri telah menyusun "Peta Jalan Kerja Sama dengan Dunia Islam". Ini adalah kerangka kebijakan yang lebih terstruktur, berjangka panjang, dan berorientasi pada hasil, memastikan kerja sama yang konsisten, terukur, dan mendukung kepentingan nasional. Sebagai langkah konkret, dukungan diberikan untuk inisiatif Kampung Haji Indonesia di Mekkah. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas negara untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia.








