Menhan Tinjau Pengerukan Muara Kuala Aceh Tamiang: Pastikan Mitigasi Bencana dan Keberlanjutan Ekonomi
ACEH TAMIANG – Menteri Pertahanan (Menhan) meninjau langsung progres pengerukan sedimentasi di Muara Kuala, Aceh Tamiang, pada Kamis (12/2). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas kerja Satuan Tugas (Satgas) Kuala yang melibatkan personel TNI dalam upaya pemulihan pascabencana serta mitigasi banjir di wilayah tersebut.
Dalam siaran pers yang diterima SIAR pada Jumat (13/2), dijelaskan bahwa kunjungan Menhan bertujuan memastikan pengerukan berjalan efektif, berdampak pada kebersihan aliran air yang sebelumnya dipenuhi lumpur. Menhan, yang dalam siaran pers disebut Sjafrie, menegaskan, "Langkah pengerukan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons bencana secara holistik."
Menurut Sjafrie, pengerukan sedimentasi di muara bukan sekadar upaya pemulihan pascabencana, melainkan juga langkah mitigasi vital untuk mencegah terulangnya banjir di masa mendatang. Dengan berkurangnya endapan lumpur, kapasitas tampung air di bagian hilir akan meningkat, memastikan aliran air dari hulu menuju laut menjadi lebih lancar.
Kondisi ini, lanjut Sjafrie, secara signifikan dapat mengurangi risiko luapan air. Pendangkalan muara seringkali menyebabkan air tertahan di kawasan permukiman, sehingga pengerukan ini menjadi solusi krusial.
Tidak hanya berfokus pada mitigasi bencana, Sjafrie juga menyoroti dampak positif pengerukan aliran air terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya para nelayan. Dengan kedalaman aliran sungai yang terjaga, diharapkan kapal-kapal nelayan dapat keluar masuk muara dengan mudah, tanpa harus menunggu pasang tinggi. Hal ini tentu menguntungkan nelayan dari segi efisiensi waktu dan biaya operasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas mereka.
"Kita tidak hanya memperbaiki apa yang rusak, tetapi juga memastikan masa depan masyarakat menjadi lebih baik, baik dari sisi keamanan lingkungan maupun kedaulatan ekonomi," jelas Sjafrie.
Oleh karena itu, Sjafrie berharap proses pengerukan ini dapat berjalan lancar demi terwujudnya pemulihan menyeluruh wilayah pascabencana di Aceh Tamiang.









