Menanam Asa di Clapar: KKN UNS Dorong Ketahanan Pangan dan Mitigasi Bencana Lewat Pohon Serbaguna

Desa Clapar, sebuah permukiman di Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tengah berjuang menghadapi tantangan ganda: kerentanan pangan dan risiko…

Desa Clapar, sebuah permukiman di Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tengah berjuang menghadapi tantangan ganda: kerentanan pangan dan risiko bencana alam. Dengan topografi berbukit, desa ini rentan terhadap tanah longsor saat musim hujan dan kekeringan berkepanjangan di musim kemarau. Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 113 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berinisiatif menggalakkan penanaman pohon serbaguna (Multipurpose Tree Species/MPTS) sebagai solusi berkelanjutan.

Ketahanan Pangan dan Kesiapsiagaan Bencana: Dua Sisi Mata Uang

Program KKN UNS yang bertajuk "Ketahanan Pangan Mandiri dan Pengembangan Desa Siaga Bencana" ini berangkat dari pemahaman bahwa ketahanan pangan dan mitigasi bencana adalah dua isu yang saling terkait. Ketergantungan masyarakat Clapar pada sektor pertanian menjadikan stabilitas lahan dan ketersediaan air sebagai prasyarat utama. Penguatan ketahanan pangan harus berjalan beriringan dengan upaya konservasi lingkungan yang efektif.

Dr. Rokhmaniyah, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 113 UNS, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat Clapar dalam menghadapi tantangan lingkungan sekaligus meningkatkan kemandirian pangan. "Kami melihat potensi besar dalam pemanfaatan pohon serbaguna sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan," ujarnya.

Sosialisasi dan Edukasi: Menggugah Kesadaran Masyarakat

Langkah awal program ini adalah sosialisasi pentingnya penanaman MPTS kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Clapar ini menghadirkan Dr. Mafut Munajat, S.Hut., M.IL., Kepala Seksi Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam (RKSDA) Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Dr. Mafut menjelaskan bahwa MPTS adalah jenis pohon yang tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga memberikan manfaat ekologis yang signifikan. Pohon-pohon ini mampu menjaga stabilitas tanah, mengatur tata air, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Alpukat dan nangka madu dipilih sebagai jenis MPTS yang diprioritaskan dalam program ini. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan kandungan gizi yang baik, kedua tanaman ini memiliki sistem perakaran yang kuat sehingga mampu memperkuat struktur tanah dan mencegah erosi.

MPTS: Solusi Jangka Panjang untuk Clapar

Kondisi lahan di Desa Clapar yang minim tutupan vegetasi permanen menjadi salah satu faktor penyebab tingginya risiko erosi dan longsor. Penanaman pohon dengan sistem perakaran yang kuat dapat membantu menahan partikel tanah, mengurangi limpasan air hujan, serta meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah. Dengan demikian, MPTS berfungsi sebagai benteng alami dalam mitigasi bencana.

Lebih dari sekadar mitigasi bencana, MPTS juga dapat menjadi sumber pangan alternatif bagi masyarakat Clapar. Buah-buahan yang dihasilkan dapat dikonsumsi langsung, dijual, atau diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar desa.

Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Program KKN UNS ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pada poin 2 (Tanpa Kelaparan), penanaman MPTS mendukung terciptanya sistem pangan lokal yang beragam, bergizi, dan berkelanjutan. Poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) didukung dengan penyerapan karbon dan pengurangan emisi gas rumah kaca melalui penanaman pohon. Poin 15 (Ekosistem Daratan) juga didukung melalui upaya rehabilitasi lahan dan pencegahan degradasi tanah. Secara tidak langsung, program ini juga berkontribusi pada poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Aksi Nyata dan Komitmen Bersama

Sebagai bentuk implementasi nyata, kegiatan sosialisasi diakhiri dengan aksi simbolis penanaman pohon alpukat di sekitar Balai Desa Clapar. Setiap warga yang hadir juga menerima dua bibit tanaman, yaitu bibit alpukat dan bibit nangka madu, beserta pupuk untuk mendukung pertumbuhan awal tanaman. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan komitmen untuk menanam dan merawat bibit yang telah dibagikan.

Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Desa

Program KKN UNS ini bukan sekadar kegiatan penghijauan semata, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan Desa Clapar. Integrasi antara nilai konservasi, ketahanan pangan, dan kesiapsiagaan bencana menjadi fokus utama program ini. Dengan langkah ini, Desa Clapar diharapkan dapat berkembang menjadi desa yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing di masa depan. Keberhasilan program ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun ketahanan pangan dan memperkuat kesiapsiagaan bencana. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan mewujudkan desa yang berkelanjutan.

Artikel Disetujui Oleh
ReporterToramanu

Sorotan

OTT Kepala Daerah: Kemendagri Soroti Krisis Integritas dan Desakan Perbaikan Sistem
Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat sejumlah kepala daerah...
18 Apr 2026News
IPB University Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Kasus Pelecehan: Upaya Transparansi dan Keadilan
IPB University mengambil langkah proaktif dengan melibatkan mahasiswa secara langsung...
18 Apr 2026News
TPA Suwung Kembali Terima Sampah Organik Usai Gelombang Protes Masyarakat Bali
Denpasar, Bali – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung di Denpasar,...
17 Apr 2026News
Apresiasi Berburu Ikan Invasif: Petugas Jakarta Barat Diganjar Uang dan Rekreasi
Pemerintah Kota Jakarta Barat memberikan apresiasi unik kepada tim petugas...
17 Apr 2026News
Pendakwah SAM Diduga Kabur ke Mesir, Polisi Didorong Libatkan Interpol Usut Dugaan Pencabulan
Kasus dugaan pencabulan yang menyeret seorang pendakwah berinisial SAM memasuki...
17 Apr 2026News
Medan Berat Hambat Evakuasi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Tim SAR Bivak di Lokasi
Tim SAR gabungan yang melakukan evakuasi korban helikopter yang jatuh...
17 Apr 2026News
Ads