Tiga mahasiswa dari Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro (UNDIP) telah menyelesaikan program magang intensif di Unit Pelaksana Administrasi (UPA) Perpustakaan Politeknik Negeri Semarang (Polines). Kegiatan yang berlangsung selama 36 hari kerja, dari 29 Desember 2025 hingga 20 Februari 2026 ini, menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik kerja nyata di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi. Abdullah Jalal Mahmud, Ilham Syahputra, dan Minan Faiz Fausta Rafa, nama-nama mahasiswa yang berpartisipasi, terlibat aktif dalam berbagai aspek operasional perpustakaan, mulai dari pelayanan pengguna hingga pengelolaan koleksi.
Magang Sebagai Jembatan Antara Teori dan Praktik
Program magang ini dirancang sebagai bagian integral dari kurikulum semester lima Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi UNDIP. Tujuannya adalah untuk memberikan pengalaman kerja yang relevan dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja setelah lulus. Dengan terjun langsung ke lapangan, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan praktis, memperluas wawasan mengenai dinamika layanan perpustakaan, dan membangun jaringan profesional yang bermanfaat di masa depan.
"Magang merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan yang telah dipelajari di kelas dan mengaplikasikannya dalam konteks dunia kerja yang sesungguhnya," ujar salah seorang dosen pembimbing dari UNDIP. "Kami berharap, pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka dalam meniti karir di bidang perpustakaan dan informasi."
Kontribusi Nyata di Berbagai Lini Layanan Perpustakaan
Selama masa magang, ketiga mahasiswa tersebut ditempatkan di berbagai bagian UPA Perpustakaan Polines. Di bagian layanan sirkulasi, mereka membantu petugas perpustakaan dalam proses peminjaman dan pengembalian buku, memberikan asistensi kepada pemustaka (pengguna perpustakaan) dalam mencari koleksi yang dibutuhkan, serta mengelola administrasi loker. Pengalaman ini memberikan mereka pemahaman mendalam mengenai interaksi langsung dengan pengguna perpustakaan dan pentingnya pelayanan yang ramah dan efisien.
Selanjutnya, para mahasiswa juga berkontribusi dalam pengolahan koleksi perpustakaan. Mereka terlibat dalam kegiatan inventarisasi, pemberian stempel identitas, input data koleksi ke dalam sistem otomasi perpustakaan, pelabelan buku, dan penyampulan untuk melindungi koleksi. Tercatat, sekitar 400 koleksi berhasil diolah selama periode magang. Proses ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa dalam pengelolaan bahan pustaka, tetapi juga memastikan bahwa koleksi perpustakaan tertata dengan baik dan mudah diakses oleh pengguna.
Inovasi dan Pengembangan Layanan Berbasis Teknologi
Tidak hanya berkutat pada kegiatan operasional rutin, mahasiswa UNDIP juga turut berpartisipasi dalam pengembangan layanan perpustakaan berbasis teknologi. Mereka membantu pengumpulan data yang diperlukan untuk pengembangan aplikasi perpustakaan yang lebih user-friendly, serta membuat konten media sosial yang menarik dan informatif sebagai sarana promosi layanan perpustakaan. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran aktif dalam mendukung inovasi dan modernisasi perpustakaan agar lebih relevan dengan kebutuhan pengguna di era digital.
Apresiasi dan Dampak Positif bagi Kedua Institusi
Kepala UPA Perpustakaan Polines, Muhammad Syam Suryanto, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas kontribusi positif yang diberikan oleh mahasiswa UNDIP selama masa magang. Ia menilai bahwa kehadiran mahasiswa magang telah membantu memperkuat layanan perpustakaan, meningkatkan efisiensi pengelolaan koleksi, dan mendorong pengembangan inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna.
"Kami sangat berterima kasih atas kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan oleh mahasiswa UNDIP," kata Bapak Syam Suryanto. "Kontribusi mereka sangat berarti bagi kami dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna."
Program magang ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa UNDIP, tetapi juga bagi UPA Perpustakaan Polines. Melalui kolaborasi ini, Polines mendapatkan dukungan tambahan dalam menjalankan operasional perpustakaan, serta memperoleh ide-ide segar dan perspektif baru dari generasi muda yang melek teknologi.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Masa Depan Perpustakaan
Kemitraan antara UNDIP dan Polines melalui program magang ini menjadi contoh nyata pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan institusi informasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang perpustakaan dan informasi. Diharapkan, kolaborasi serupa dapat terus berlanjut dan diperluas di masa mendatang, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas layanan perpustakaan di seluruh Indonesia. Selain itu, diharapkan lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi dapat semakin adaptif dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.








