Jakarta – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tengah mematangkan persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) X yang rencananya akan digelar pada pertengahan tahun 2026. Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII yang berlangsung di Gedung Serbaguna DPP LDII, Senayan, Jakarta, pada Senin (16/2/2026), menjadi momentum penting untuk mengkonsolidasikan agenda strategis terkait pelaksanaan Munas tersebut.
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, dalam sambutannya menekankan bahwa Rapimnas merupakan forum tertinggi kedua setelah Munas, dengan tujuan utama untuk memastikan legalitas, kesahihan, dan kesesuaian keputusan organisasi dengan tata aturan yang berlaku. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya Rapimnas dalam menyiapkan transisi kepemimpinan yang mulus, sehingga kepengurusan baru dapat melanjutkan program-program organisasi tanpa hambatan.
Fokus Utama Munas X LDII 2026
Persiapan Munas X LDII 2026 telah mencapai 75 persen. Agenda utama Munas meliputi penjaringan aspirasi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang akan menjadi landasan keputusan Munas. DPP LDII juga mengantisipasi kemungkinan penundaan pelaksanaan Munas jika diperlukan, dengan meminta mandat yang memungkinkan fleksibilitas waktu.
Selain itu, Munas X LDII 2026 juga akan diwarnai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPP LDII dengan berbagai pemangku kepentingan, sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program-program pemerintah. Kerja sama yang telah terjalin dengan berbagai lembaga seperti MPR, Lemhannas, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, akan ditingkatkan menjadi kerja sama yang lebih formal dan operasional.
Sinkronisasi Program LDII dengan Asta Cita Pemerintah
Salah satu poin penting yang dibahas dalam Rapimnas adalah sinkronisasi "8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa" dengan konsep Asta Cita pemerintahan Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto. KH Chriswanto menjelaskan bahwa fokus LDII saat ini bukan pada penambahan program baru, melainkan pada penguatan, penajaman, dan sinergi delapan program prioritas yang telah ada, agar semakin relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional.
Delapan bidang pengabdian LDII tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan hidup, dan kerukunan umat beragama. Melalui sinkronisasi dengan Asta Cita pemerintah, LDII berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
Isu Lingkungan Hidup Jadi Sorotan
Ketua DPP LDII, Sudarsono, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pengarah Rapimnas LDII, menambahkan bahwa bidang lingkungan hidup menjadi salah satu fokus penting dalam Munas mendatang. Program ini telah dicanangkan sejak Rapimnas 2018, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan.
Dalam Rapimnas 2026, DPP LDII mendorong peserta untuk menggunakan tumbler sebagai wujud implementasi gerakan Go Green. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan botol minuman kemasan sekali pakai yang menghasilkan sampah plastik dalam jumlah besar. Sebelumnya, LDII juga telah aktif mengkampanyekan sistem paperless sebagai bagian dari komitmen ramah lingkungan.
Partisipasi Luas dalam Rapimnas
Rapimnas LDII dihadiri oleh 150 peserta secara luring di gedung DPP LDII, serta sekitar 1.500 peserta lainnya yang mengikuti secara daring dari 375 studio di 37 provinsi. Para peserta terdiri dari pengurus DPW LDII tingkat provinsi, DPD Kabupaten/Kota, dan Dewan Penasehat DPW serta DPD. Hal ini menunjukkan antusiasme dan komitmen yang tinggi dari seluruh jajaran pengurus LDII dalam menyukseskan Munas X dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Munas X LDII 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat perannya dalam pembangunan nasional, serta memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari seluruh jajaran pengurus, LDII optimis dapat mewujudkan visi dan misinya sebagai organisasi dakwah yang modern, profesional, dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.








