• 15 Feb 2026

KSAL Targetkan Kapal Induk Perdana Indonesia Tiba Sebelum HUT TNI 2026

Jakarta (SIAR) – Indonesia selangkah lebih dekat untuk memiliki kapal induk pertamanya. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI…

Jakarta (SIAR) – Indonesia selangkah lebih dekat untuk memiliki kapal induk pertamanya. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menargetkan kapal induk buatan Italia, Giuseppe Garibaldi, sudah tiba di Tanah Air sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI pada 5 Oktober 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Laksamana Ali dalam jumpa pers di Markas Pus Pom AL, Jakarta Pusat, Kamis. "Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," ujarnya.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) masih dalam tahap negosiasi intensif. Proses ini melibatkan galangan kapal Italia Fincantieri sebagai produsen dan Angkatan Laut Italia yang sebelumnya mengoperasikan kapal tersebut. Namun, Laksamana Ali tidak merinci detail progres negosiasi yang tengah berlangsung.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul mengungkapkan bahwa akuisisi Giuseppe Garibaldi ditujukan untuk mendukung misi operasi militer selain perang (OMSP). "Kapal Induk tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan OMSP," kata Tunggul kepada SIAR di Jakarta.

OMSP mencakup berbagai misi kemanusiaan, seperti evakuasi korban bencana alam, penanganan kecelakaan skala besar, hingga pengiriman pasukan perdamaian ke daerah konflik. Menurut Laksma Tunggul, Giuseppe Garibaldi sangat cocok untuk peran ini berkat kapasitas angkut logistik yang besar, daya jelajah tinggi, dan fasilitas mumpuni. Meski demikian, ia tidak menampik kemungkinan kapal induk ini juga akan dimanfaatkan untuk misi operasi perang di masa mendatang.

Tunggul menambahkan, TNI AL tengah berupaya mengakuisisi kapal induk ini dari Angkatan Laut Italia, meskipun detail proses dan nilai akuisisinya belum dapat diungkapkan ke publik.

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan ditenagai mesin super yang memungkinkannya melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi dengan berbagai sistem pertahanan canggih, termasuk radar jamming, peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, tiga tabung torpedo 324 mm, dan rudal anti-kapal Otomat Mk 2 SSM.

Kapal induk ini memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yang sama-sama diproduksi oleh Fincantieri, perusahaan galangan kapal asal Italia.

Artikel Disetujui Oleh

Sorotan

China terapkan kebijakan bebas visa untuk warga Inggris dan Kanada
China Resmi Bebaskan Visa Bagi Warga Inggris dan Kanada Mulai 2026 BEIJING – Pemerintah China mengumumkan kebijakan bebas visa selama...
16 Feb 2026Antara
Pena minta Persita Tangerang waspadai PSBS Biak
Jelang Laga Kontra PSBS Biak, Pelatih Persita Serukan Kewaspadaan Penuh Jakarta (SIAR) - Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, meminta anak...
15 Feb 2026Antara
Bidik nasabah generasi produktif, Bank Saqu gelar Sunrise Society
Bank Saqu Rangkul Generasi Produktif Melalui Komunitas Sunrise Society Jakarta, SIAR – PT Bank Saqu Indonesia menggelar program Sunrise Society...
15 Feb 2026Antara
Terekam CCTV, Pejalan Kaki Sempoyongan Sebelum Tewas Terlindas Transjakarta
Jakarta (SIAR) - Rekaman kamera pengawas (CCTV) menangkap momen tragis saat seorang pejalan kaki berinisial S (27) tewas terlindas bus...
15 Feb 2026Antara
Mengajarkan puasa dalam bingkai kepentingan terbaik anak
Mendidik Anak Berpuasa dalam Bingkai Kepentingan Terbaik Jakarta (SIAR) - Bulan suci Ramadhan kembali membawa suasana spiritual yang hangat bagi...
15 Feb 2026Antara
UKP: Pengembangan wisata sejarah harus seiring upaya konservasi
Utusan Khusus Presiden Zita Anjani: Konservasi Situs Budaya Fondasi Utama Pengembangan Wisata Sejarah Jakarta, SIAR – Utusan Khusus Presiden (UKP)...
15 Feb 2026Antara
Ads
ads