Matsuyama, Jepang – Lebih dari 600 Muslim Indonesia memadati Ehime Kyouiku Kaikan di Matsuyama, Prefektur Ehime, Jepang, pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah. Penyelenggaraan shalat Ied yang diinisiasi oleh Komunitas Muslim Indonesia di Ehime (KMI Ehime) ini mencatatkan rekor sebagai yang terbesar dalam sejarah perayaan Idul Fitri oleh komunitas Muslim Indonesia di prefektur tersebut.
Antusiasme Umat dan Solidaritas Komunitas
Lonjakan partisipasi umat Muslim Indonesia dalam shalat Idul Fitri kali ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan wadah kebersamaan dan peningkatan kesadaran akan pentingnya kegiatan keagamaan. KMI Ehime, yang baru didirikan pada tahun 2025, menjadi katalisator utama dalam menyatukan umat Muslim Indonesia yang sebelumnya menjalankan ibadah secara terpisah di berbagai wilayah Prefektur Ehime. Antusiasme jamaah begitu besar sehingga panitia memutuskan untuk membagi pelaksanaan shalat menjadi dua gelombang untuk mengakomodasi seluruh peserta.
Gelombang pertama shalat dimulai pada pukul 09.30 JST dengan Imam Mahmudi dan Khatib Fani S. Sementara gelombang kedua dimulai pukul 10.30 JST dengan Imam Andi Achmad dan Khatib Risbakti. Khutbah yang disampaikan oleh para khatib menekankan pentingnya persatuan umat, peningkatan kualitas ibadah, dan semangat gotong royong dalam membangun komunitas Muslim yang solid di perantauan.
Ramah Tamah dan Diplomasi Kuliner
Usai melaksanakan shalat Idul Fitri, para jamaah melanjutkan kegiatan dengan acara ramah tamah dan makan bersama. Berbagai hidangan khas Indonesia disajikan dan dinikmati bersama, mempererat tali silaturahmi antar sesama anggota komunitas. Kehadiran beberapa warga Jepang dalam acara tersebut menjadi momen istimewa yang memperlihatkan kehangatan dan keterbukaan komunitas Muslim Indonesia di Ehime. Mereka dengan antusias mencicipi hidangan Indonesia, menciptakan jembatan budaya dan mempererat hubungan antar masyarakat.
Peran Strategis KMI Ehime
Ketua KMI Ehime, Mashuri Imam Buchori, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kesuksesan penyelenggaraan shalat Idul Fitri tahun ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kebutuhan akan kehadiran KMI Ehime sebagai wadah pemersatu dan penggerak kegiatan keagamaan serta sosial bagi Muslim Indonesia di Ehime. "Ini adalah langkah awal dari perjalanan dakwah yang panjang. Badan boleh lelah, tapi hati bahagia bisa berjuang bersama," ujarnya dengan haru.
KMI Ehime telah terdaftar secara resmi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo sebagai bagian dari jaringan diaspora Indonesia di Jepang. Hal ini memberikan legitimasi dan dukungan bagi KMI Ehime untuk menjalankan berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat bagi komunitas Muslim Indonesia di wilayah tersebut.
Menuju Komunitas yang Lebih Solid dan Berdaya
Ke depannya, KMI Ehime berencana untuk terus mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial yang berkelanjutan. Program-program yang akan dijalankan mencakup kajian rutin, pendampingan keluarga, dan kegiatan pendidikan bagi anak-anak. KMI Ehime memiliki visi untuk membangun komunitas Muslim Indonesia di Ehime yang solid, berdaya, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Perayaan Idul Fitri yang meriah ini menjadi momentum penting bagi KMI Ehime untuk semakin memperkuat perannya sebagai jembatan penghubung antar umat Muslim Indonesia di Prefektur Ehime, serta sebagai representasi budaya Indonesia di tengah masyarakat Jepang. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, KMI Ehime optimis dapat mewujudkan visi dan misinya untuk membangun komunitas yang lebih baik di masa depan.








