Kebangkitan CFD Barru: Alun-Alun Colliq Pujie Kembali Hidupkan Ekonomi Lokal Pasca Lebaran

Pasca libur panjang Idulfitri, Alun-Alun Colliq Pujie di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, kembali menggeliat dengan aktivitas Car Free Day (CFD),…

Pasca libur panjang Idulfitri, Alun-Alun Colliq Pujie di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, kembali menggeliat dengan aktivitas Car Free Day (CFD), Minggu (5/4/2026). Keramaian ini menjadi oase bagi masyarakat yang rindu berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati ruang publik yang sehat setelah merayakan hari raya. Kehadiran Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, bersama jajaran pemerintah daerah semakin menambah semarak suasana.

CFD sebagai Ruang Interaksi dan Gaya Hidup Sehat

CFD di Alun-Alun Colliq Pujie bukan hanya sekadar ajang berolahraga. Lebih dari itu, kegiatan ini menjelma menjadi ruang interaksi sosial yang penting, terutama setelah momen kebersamaan keluarga selama Lebaran. Warga dari berbagai usia dan latar belakang tampak antusias mengikuti senam massal, bersepeda, berjalan kaki, atau sekadar bersantai menikmati suasana pagi.

Bupati Andi Ina Kartika Sari, dalam keterangannya, menekankan pentingnya CFD sebagai sarana efektif untuk mendorong gaya hidup sehat dan mempererat tali silaturahmi antar warga. Partisipasi aktif pemerintah daerah, dengan turut bersepeda dan berbaur dengan masyarakat, diharapkan dapat memotivasi warga untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan kebugaran. Kehadiran para pejabat juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Dampak Positif bagi UMKM Lokal

Kembalinya CFD di Alun-Alun Colliq Pujie membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi. Setelah sempat mengalami penurunan omzet pasca Lebaran, para pedagang kini merasakan peningkatan signifikan dalam penjualan mereka.

Rahma (34), seorang pedagang makanan ringan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kembalinya CFD. "Alhamdulillah, sejak CFD kembali dilaksanakan, jualan kami juga mulai ikut meningkat. Banyak warga yang datang olahraga sekaligus jajan," ujarnya.

Senada dengan Rahma, Adam (39), seorang penjual minuman segar, menuturkan bahwa momentum CFD menjadi waktu terbaik untuk meraup keuntungan lebih besar dibandingkan hari-hari biasa. "Kalau hari Minggu begini, apalagi ada senam dan sepeda bareng, pembeli jauh lebih ramai. Ini sangat membantu kami setelah sebelumnya agak sepi pasca Lebaran," ungkapnya.

Para pelaku UMKM berharap kegiatan CFD dapat terus dilaksanakan secara rutin dan semakin meriah. Mereka melihat CFD bukan hanya sebagai ajang untuk meningkatkan pendapatan, tetapi juga sebagai ruang publik yang produktif dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat. Keberadaan UMKM di area CFD juga memberikan nilai tambah bagi kegiatan tersebut, karena menyediakan beragam pilihan makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya bagi para pengunjung.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meskipun membawa dampak positif, pelaksanaan CFD di Alun-Alun Colliq Pujie juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah masalah pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Peningkatan jumlah pengunjung berpotensi meningkatkan volume sampah yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, petugas kebersihan, dan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan alun-alun.

Selain itu, penataan pedagang juga perlu diperhatikan agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung yang ingin berolahraga atau bersantai. Pemerintah daerah dapat membuat zonasi khusus bagi para pedagang agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.

Ke depan, diharapkan CFD di Alun-Alun Colliq Pujie dapat terus berkembang dan menjadi ikon Kabupaten Barru. Pemerintah daerah dapat menambah variasi kegiatan, seperti pertunjukan seni dan budaya, lomba-lomba olahraga, atau penyuluhan kesehatan, untuk menarik lebih banyak pengunjung. Dengan pengelolaan yang baik dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, CFD di Alun-Alun Colliq Pujie dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Langkah selanjutnya yang mungkin dilakukan adalah evaluasi berkala terhadap pelaksanaan CFD untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan memastikan keberlanjutan kegiatan ini.

Artikel Disetujui Oleh
ReporterToramanu

Sorotan

Tito Karnavian Pacu Optimalisasi Kawasan Pusat Pemerintahan Papua Barat Daya
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja...
27 Apr 2026News
Jakarta Bersiap Hadapi El Nino: Pemerintah Gandeng BMKG Antisipasi Karhutla Lebih Awal
Jakarta, 26 April 2026 – Pemerintah, melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut),...
27 Apr 2026News
Serangan Air Keras di Cengkareng: Polisi Buru Dua Pelaku Berciri-ciri Khusus
Jakarta, Cengkareng – Sebuah insiden penyerangan menggunakan cairan yang diduga...
27 Apr 2026News
Menurunnya Muka Air Tanah Jakarta Selatan: Ancaman Nyata dan Upaya Konservasi
Jakarta Selatan menghadapi tantangan serius terkait penurunan muka air tanah...
26 Apr 2026News
Jakarta Dorong Kreativitas Lokal di Tengah Semarak 50 Tahun Jazz Goes to Campus
Perhelatan akbar Jazz Goes to Campus (JGTC) yang ke-50 menjadi...
26 Apr 2026News
Mendorong Kinerja Daerah: Mendagri Luncurkan Insentif Fiskal dan Sistem Penghargaan Berbasis Data
Palembang, Sumatera Selatan – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kinerja dan...
26 Apr 2026News
Ads