• 17 Jan 2026

INDEF Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Aman bagi Fiskal Jangka Panjang: Hanya Realokasi Anggaran

Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan memperburuk posisi…

Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan memperburuk posisi fiskal negara dalam jangka panjang maupun menambah utang. Analisis mendalam menunjukkan dampak fiskal program ini bersifat netral.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman, menjelaskan bahwa berdasarkan model Overlapping Generation Indonesia (OG IDN), berbagai indikator fiskal penting dapat tetap terjaga keseimbangannya.

"Desain MBG yang sifatnya material fiskal itu netral melalui alokasi belanja, makanya dia (program tersebut) tidak menambah utang, tapi realokasi (anggaran). Dan MBG tidak memperburuk posisi fiskal jangka panjang, meskipun memiliki manfaat kesejahteraan produktivitas antargenerasi," ujar Rizal di Jakarta.

Menurut Rizal, meskipun program ini akan berdampak sementara terhadap indikator fiskal seperti penerimaan pajak dan belanja pemerintah, perubahan tersebut tidak akan mengganggu keseimbangan makroekonomi jangka panjang. Hal serupa berlaku untuk dampak terhadap stok modal dan suku bunga, di mana fluktuasi awal implementasi merupakan penyesuaian jangka pendek yang akan kembali ke titik keseimbangan.

Ia menambahkan, program MBG juga memiliki dampak yang sangat kecil terhadap rasio penerimaan pajak karena kontribusi pendapatan yang diperoleh relatif minim terhadap perbaikan rasio pajak.

"Rasio ini kemudian kembali bertahan pada level keseimbangan yang sama dan MBG ini tidak mengganggu kapasitas fiskal negara secara struktural," jelas Rizal.

Berdasarkan temuan tersebut, INDEF merumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan untuk menjaga keberlanjutan program MBG ke depannya:

  1. Mempertahankan Desain Fiskal yang Terjaga dan Hati-hati: "Pertahankan desain fiskal yang terjaga, artinya tidak perlu mengutang, tidak menambah utang terhadap fiskal atau juga menekan defisit, dan hindari pembiayaan berbasis utang," ucap Rizal.
  2. Mempersempit Target Sasaran Penerima Manfaat: Hal ini bertujuan untuk meningkatkan return atau imbal hasil fiskal yang lebih optimal.
  3. Mengintegrasikan MBG dengan Kebijakan Pendidikan dan Pasar Kerja: Rizal menekankan pentingnya integrasi ini. "Ini harus diintegrasikan karena tanpa kebijakan lanjutan, peningkatan produktivitas MBG itu juga tidak bisa diaktualisasikan menjadi kenaikan upah maupun output yang permanen," katanya. Integrasi ini krusial mengingat perbaikan gizi saja tidak cukup tanpa didukung keterampilan dan ketersediaan lapangan kerja yang memadai.
Artikel Disetujui Oleh

Sorotan

Perjalanan sejumlah KA berputar ke selatan akibat banjir di Pekalongan
Banjir Pekalongan Paksa Sejumlah Perjalanan KA Putar Haluan ke Selatan Pekalongan (SIAR) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terpaksa memberlakukan...
17 Jan 2026Antara
Vonis perdana, mantan Presiden Korsel Yoon dihukum 5 tahun penjara
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Divonis 5 Tahun Penjara dalam Putusan Perdana SEOUL, SIAR – Mantan Presiden Korea Selatan, Yoon...
17 Jan 2026Antara
Banjir Januari 2026 di NTB: Amukan Cuaca Ekstrem dan Cermin Tata Kelola
Mataram, SIAR – Hujan turun tanpa mengenal batas administratif, jatuh di perbukitan, mengalir deras ke sungai, dan akhirnya menerjang rumah-rumah...
16 Jan 2026Antara
DPRD DKI: Revitalisasi Pasar Jakarta Harus Beri Solusi Mendasar, Bukan Sekadar Rutinitas
JAKARTA – Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ismail, menegaskan bahwa revitalisasi pasar rakyat di Ibu Kota tidak boleh hanya...
15 Jan 2026Antara
Kemenhaj Prioritaskan Haji Ramah Perempuan Tahun Ini, Tambah Petugas dan Perkuat Layanan
Jakarta, SIAR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelayanan haji yang ramah perempuan dalam penyelenggaraan ibadah...
15 Jan 2026Antara
Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Konsisten Perjuangkan Palestina
Jakarta (SIAR) – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan kembali komitmen tak tergoyahkan diplomasi Indonesia dalam perjuangan mewujudkan Palestina...
14 Jan 2026Antara
Ads
ads