Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Letusan Capai 700 Meter di Atas Puncak
Lumajang, Jawa Timur – Gunung Semeru, dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Selasa pagi, 3 Februari 2026. Letusan yang terjadi pada pukul 04.42 WIB ini melontarkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncaknya, atau mencapai 4.376 mdpl.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa, 3 Februari 2026, pukul 04.42 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dalam laporan tertulis yang diterima SIAR di Lumajang.
Menurut Mukdas, kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah timur laut. Erupsi ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 155 detik.
Dalam periode pengamatan kegempaan pada Selasa, pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, tercatat sejumlah aktivitas. Mukdas melaporkan adanya 20 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-22 mm dan lama gempa 83-155 detik, serta lima kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-4 mm dan lama gempa 56-78 detik.
"Aktivitasnya juga mengalami satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4 mm, S-P 50 detik dan lama gempa 175 detik," tambahnya.
Secara visual, kondisi Gunung Semeru pada periode tersebut terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Asap kawah tidak teramati, dengan cuaca cerah hingga berawan dan angin bertiup lemah ke arah barat laut.
Mengingat aktivitas vulkanik yang terus berlanjut, Mukdas menjelaskan bahwa Gunung Semeru saat ini berada pada status Level III (Siaga). Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat.
PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tegas Mukdas.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Nurul Hayat
Copyright © SIAR 2026








