Jakarta (SIAR) – Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) telah mengaktifkan sumur bor di Dusun Serba, Desa Serba Luar, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami penyintas banjir bandang. Aktivasi ini dilakukan pada Rabu (7/1) sebagai respons cepat terhadap kesulitan warga.
Penanggung jawab Respons DMC Dompet Dhuafa untuk Aceh Tamiang, Ahmad Yamin, dalam keterangan yang diterima SIAR di Jakarta, Kamis, melaporkan bahwa hingga hari ke-40 pascabencana, warga di wilayah tersebut masih berjuang mendapatkan akses air bersih. Mereka terpaksa menggunakan air kubangan banjir dan parit untuk kebutuhan sehari-hari, sebuah kondisi yang tentu mengancam kesehatan.
Untuk itu, DMC Dompet Dhuafa segera mengaktivasi sumur bor di sekitar pos pengungsian Dusun Serba. Sumur bor ini, yang merupakan hasil kolaborasi Dompet Dhuafa dengan Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Syariah, kini menjadi sumber harapan. Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 650 jiwa penerima manfaat yang berada di sekitar posko pengungsian.
Kehadiran sumur bor ini secara signifikan mempersingkat akses warga yang sebelumnya harus berjalan kaki sekitar 20 menit menuju area kebun atau memanfaatkan sungai dengan kondisi air yang tidak layak. Tidak berhenti di situ, DMC Dompet Dhuafa juga merencanakan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) guna memastikan pemanfaatan air bersih dapat berjalan lebih optimal dan mendukung sanitasi yang layak di Aceh Tamiang.
Penyediaan sumur bor dan rencana pembangunan MCK ini diharapkan menjadi langkah krusial dalam membantu penyintas banjir Aceh Tamiang memenuhi kebutuhan dasar air bersih dan sanitasi selama masa pemulihan pascabencana.
Nia (27), salah seorang penyintas banjir, mengungkapkan, "Sebelum ada sumur bor, kami terpaksa mandi dan mencuci pakaian di sungai dekat posko pengungsian, padahal kondisi airnya masih keruh." Ia menambahkan, "Sejak sumur bor dioperasikan, kami bisa memperoleh air bersih di sekitar posko untuk kebutuhan memasak, mencuci, mandi, minum, serta berwudu tanpa harus berjalan jauh," menunjukkan betapa besar perubahan yang dirasakan warga.









